OTODRIVER - Ada yang menarik dari Leapmotor B10. Hal yang kami maksudkan bukan besarnya daya ataupun permainan kosmetik. Saat ini kita membahas mengenai ban dan pelek SUV BEV ini. Jika kita lihat sekilas, perbedaan itu tidak terlalu ketara, namun melihat spesifikasi ban dan pelek yang digunakan maka semuanya akan jelas.
Leapmotor B10 menggunakan ban belang alias beda antara ukuran ban depan dan belakangnya. Melihat dari spesifikasi teknis, mobil setrum murni ini menggunakan pelek depan berdiameter 18 inci dengan lebar 7 inci, sedangkan pelek belakang juga berdiameter 18 inci tapi punya lebar 7,5 inci. Offsetnya pun beda, pelek depan ET 40 dan belakang ET 50.

Perbedaan ini semakin telak saat melihat ukuran ban yang digunakannnya. Ban depan berukuran 225/50/R18 sedangkan belakang 235/50/R18 di bagian belakang. Konfigurasi ukuran ban ‘belang’ ini disebut Staggered atau staggered wheel.
“Leapmotor B10 menggunakan konfigurasi staggered ini, tujuannya untuk menyeimbangkan performa akselerasi penggerak roda belakang (RWD) dengan kestalbilan pada saat berkendara,” terang Brand Head Leapmotor Indonesia, Samuel Christian Wowor, saat dihubungi Otodriver, Jumat (19/06/2026).
Lebih jauh Samuel menjelaskan bahwa selain pertimbangan untuk mendongkrak handling kendaraan, penggunaan konfigurasi ini turut menyumbang estetika dan desain. “Ada DNA mobil Eropa yang bisa ditemukan pada sosok B10,” imbuhnya.

Staggered Configuration
Konsep konfigurasi Staggered ini cukup populer khususnya pada mobil dengan penggerak roda belakang. Umumnya digunakan pada mobil-mobil RWD high-performance. Lebih jauh lagi, ukuran lingkar rodanya juga beda. Semisal pada Chevrolet Corvette C7 di mana lingkar roda bagian belakang menggunakan pelek ukuran 20 inci dan depan 19 inci.
Selain stagerred wheels, ada satu lagi setup konfigurasi yang disebut square wheels alias ban/pelek dengan ukuran identik sama antara roda depan dan belakang.
Namun staggered wheel ini juga punya kelemahan yaitu, ban tidak bisa dirotasi antara ban depan dan belakang. Pada B10, pihak Leapmotor Indonesia juga menjelaskan apabila dirotasi depan ke belakang maka tampilan ban akan terlihat terlalu masuk ke dalam. Sebaliknya jika roda belakang dipasang di bagian depan akan terlihat lebih keluar. (SS)











