Beli Mobil Bensin Akan Dipersulit, Tapi Subsidi BBM Dinaikkan

Tahun depan BBM yang disubsidi sebesar 18,735 hingga 19,580 juta kiloliter pada tahun 2024, atau meningkat dari volume tahun ini yang sebesar 17,50 juta kiloliter.
Penulis: Gemilang Isromi Nuar
Rabu, 21 Juni 2023 11:00 WIB
Berita - Beli Mobil Bensin Akan Dipersulit, Tapi Subsidi BBM Dinaikkan
Bagikan ke:

Penggunaan kendaraan listrik sedang gencar dilakukan untuk meningkatan kulaitas udara yang lebih baik. Demi mempercepat penggunaan kendaraan listrik, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan berencana akan mempersulit pembelian mobil jenis internal combustion engine atau Berbahan Bakar Minyak (BBM) demi kualitas udara yang semakin baik.

"Kita juga secara bertahap akan mulai mempersulit mobil-mobil combustion. Sehingga dengan demikian, air quality Jakarta bisa lebih baik. Sehingga keluarga kita akan mendapat air quality seperti mungkin di negara tetangga kita," ujar Luhut dalam Peluncuran Battery Assets Management Services Indonesia Battery Corporation (IBC), di Kemenko Marves, Jakarta, Senin (12/6).

Namun, program itu tampaknya tidak didukung dengan kebijakan lainya, dimana tahun depan terdapat peningkatan volume subsidi BBM dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024. Hal ini justru membuat penggunaan mobil bensin akan terus berlanjut, dan bisa jadi harga BBM jadi lebih murah karena adanya subsidi tambahan.

Menurut pertimbangan, dinaikkannya volume subsidi 2024, termasuk BBM sebagai antisipasi kerawanan gejolak sosial di tahun pelaksanaan pemilihan umum (pemilu).

“Mengingat tingkat permintaan akan semakin besar karena makin kuatnya ekonomi nasional, dan mengantisipasi kerawanan gejolak sosial di tahun pelaksanaan pemilu,” ujar Ketua Banggar Said Abdullah saat melakukan rapat kerja bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Jumat, (16/6).

Perlu diketahui, tahun depan BBM yang disubsidi sebesar 18,735 hingga 19,580 juta kiloliter pada tahun 2024, atau meningkat dari volume tahun ini yang sebesar 17,50 juta kiloliter.

Padahal pemerintah juga sudah mengeluarkan program insentif untuk mempercepat penggunaan kendaraan listrik untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM.

"Kami semua hadir untuk membuat sebuah sejarah baru dengan berinisiatif menerbitkan program insentif kendaraan listrik sebagai langkah awal untuk meningkatkan keterjangkauan harga dan daya beli masyarakat terhadap kendaraan listrik listrik yang lebih luas, serta memacu perkembangan industri otomotif energi baru,” ujar Luhut dalam konferensi pers, Senin (6/3).

#mobil #mobil-listrik #kendaraan-lsitrik #bbm #subsidi

Bagikan ke:

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.