Mencicip Performa Si Mungil Volkswagen T-Cross

Mencicip Performa Si Mungil Volkswagen T-Cross

Volkswagen T-Cross telah resmi mengaspal di Indonesia Februari silam dan kini OtoDriver berkesempatan untuk mengecap rasa SUV mungil ini.

PT Garuda Mataram Motor, Agen Pemegang Merek (PM) Volkswagen mengajak kami untuk mengenal lebih jauh SUV mungil yang berjibaku di segmen Premium Compact SUV ini.

Dari tampilan eksteriornya, VW T-Cross punya kultur desain VW modern yang kental, sehingga orang awam pun dengan mudah mengidentifikasi bahwa mobil ini merupakan sebuah Volkswagen. Mobil yang dikirim bulat dari India ini punya coretan bodi yang mudah dicerna baik dari bagian wajah yang berhiaskan lampu utama dengan desain LED projector hingga bagian buritan punya tampilan sederhana tapi tetap iconik dan mudah dicirikan.

Tampilan luar ini semakin cantik dengan kehadiran pelek alloy berdiameter 17 inci dan juga sebuah sunroof yang memberikan pengalaman mengemudi lebih kaya.

Kini saatnya mencoba performa mesin dan handlingnya.

Mesin 3 silinder 1.0 liter turbo pun menyalak halus. Getaran yang biasanya menjadi ciri mesin bersilinder ganjil pun hampir tidak terasa. Hanya saja ketika gas mulai ditekan dan mobil dalam posisi berakselerasi raungan ‘sumbang’ khas mesin 3 silinder mulai terdengar. Mungkin bagi beberapa orang raungan khas 3 silinder ini terdengar kurang menyenangkan namun dari performa kami merasakan tidak ada masalah sama sekali.

Tenaga mesin mengalir dengan baik melalui sinergi dengan transmisi matik 6 percepatan yang disalurkan pada roda depan. Mesin dengan daya puncak 115 PS dan torsi 178 Nm ini terasa pas dan tidak meletup-letup performanya, namun mampu memberikan tendangan yang cukup saat dibutuhkan. Stop and Go mobil ini terasa mudah dan halus.

Sayangnya, karena tempat yang kurang memadai, kami belum bisa melakukan tes akselerasi secara detail dan mendalam untuk mendapatkan figur saat melaju kuat dengan putaran tinggi.

Salah satu yang menarik dari T-Cross adalah posisi duduknya yang terasa pas dengan saya yang punya tinggi 175 cm. Pengaturan posisi stir pun lengkap mulai dari tilt steering hingga kemudi yang disetel secara teleskopik.

Kendati terlihat mungil dari luar, namun ternyata ruang yang tersedia pada bagian kabin depan relatif lega. Hal ini selaras dengan bangku yang nampak kokoh dan tebal.

Sama seperti halnya tampilan luarnya, bagian dalam mobil ini pun dibalut dengan desain yang sederhana. Instrumen pada cluster dasbor nampak mudah dibaca dimengerti. Penerapan teknologi digital pada dasbor nampaknya cukup bisa dimanfaatkan oleh VW sehingga mampu menghadirkan kesan modern namun juga mudah dicerna.

Namun cukup disayangkan, bagian dasbor ini masih didominasi dengan material plastik yang keras terutama pada bagian atasnya. Kesan murah pun mengurangi kesan kabin yang sudah demikian positif.

Di Indonesia, T-Cross hanya ditawarkan dalam satu varian saja dan mobil ini dibanderol dengan harga Rp 488 juta (OTR Jakarta)

 

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com