CVT dan Ground Clearance Tinggi Jadi Kunci Kesaktian Handling New Xpander

CVT dan Ground Clearance Tinggi Jadi Kunci Kesaktian Handling New Xpander

Kehadiran New Mitsubishi Xpander pada akhir tahun silam membawa beberapa penyegaran yang cukup signifikan dari LMPV kebanggaan Tiga Berlian ini.

Salah satu yang cukup membetot perhatian adalah kehadiran opsi girboks CVT (Continues Variable Transmission) yang menggantikan girboks 4 speed otomatis yang semula mengusung mekanikal torque converter. Hanya saja perubahan tersebut tidak diikuti dengan rombakan pada pada tungku pacunya. Mesin berkode 4A91 tetap saja menghela daya 104 hp dan torsi 141 N.m. Selain itu New Xpander punya ground clearance 220 mm alias menjadi lebih tinggi semula yang hanya 205 mm

Lalu apakah kedua penyegaran tersebut memberikan efek yang signifkan pada rasa berkendara?  Kami akan coba memberikan paparannya.

Kita mulai dari transmisi terlebih dulu. Yes, Xpander merupakan sedikit dari mobil di Indonesia yang mencicipi dua jenis transmisi otomatis. Dan ketika Mitsubishi memutuskan untuk menggantinya dari konvensional menjadi CVT, kami rasa Tiga Berlian sudah melakukan hal yang benar.

Kesan pertama yang langsung mengena adalah tentang kehalusan transmisi ini. Perpindahan gigi lebih halus, namun juga mampu memberikan performa yang lebih tajam.

Jika transmisi lawas, Xpander disebut kurang ‘giras’ dan terasa ‘lemes’ pada putaran bawah. Maka berdasarkan test yang dilakukan tim OtoDriver, Xpander bertransmisi CVT terasa lebih sigap dan responsif. Hebatnya girboks CVT cukup cerdas dengan 8 virtual gir yang mempartisi rasio gir dengan 8 variable rasio. Sehingga perpindahan gigi menjadi lebih rapat dan cepat. Hal ini memberikan kesenangan tersendiri dalam hal mengemudi.

Saat dibuktikan dengan alat berbasis GPS, maka akselerasi 0-100 kpj diraih dalam 12,8 detik. Sebagai perbandingan, versi lawas 1 detik lebih lambat tepatnya di 13,8 detik.

Pengantian CVT diharapkan pula berpengaruh pada konsumsi bahan bakar.  Saat pengujian dalam kecepatan rendah yakni 22 km/jam, kami catat mobil ini mampu meraih angka 12,2 km/liter. Sedangkan pada model lawasnya hanya mampu meraih angka 12 km/liter. Namun hal ini akan berbeda saat diajak pengetesan luar kota dengan kecepatan  90-100 km/jam, Xpander Facelift hanya mampu mengantongi angka 18,7 km/liter. Angka ini berada di bawah pencapaian generasi sebelumnya yang berada di 19,2 km/liter.

Mengapa hal ini terjadi? Dari pantauan kami mencatatkan bahwa pada kecepatan 90-100km, putaran mesin mobil ini berada di areal 2.000 rpm.

Sementara untuk penambahan ground clearance, kami nilai bahwa Mitsubishi sudah melakukan tindakan yang tepat.

Dengan ground clearance yang lebih tinggi, selain membuatnya lebih luwes untuk diajak ke tepat dengan kontur jalanan yang tidak rata ternyata memperbaiki kinerja handling Xpander.

Saat OtoDriver melakukan pengetesan di Proving ground yang ada di wilayah Karawang, Jawa Barat, semuanya terjawab dengan gamblang.

New Xpander mampu mengakomodir kenyamanan berkendara yang lebih baik dari sebelumnya. Bantingan yang dirasa cukup dewasa bahkan ketika mobil diajak manuver di jalanan dengan permukaan tidak rata. Di sini keunggulan Xpander yang ada sejak generasi perintis masih tetap terasa.

Begitu pun ketika diajak menikung, maka dapat dikatakan bahwa mobil ini dapat meresponsnya dengan sangat baik dan tidak limbung.

New Xpander mampu membuktikan bahwa penyegaran yang dilakukan tak sekedar memberikan tampilan yang lebih indah, namun juga performa yang lebih baik. 

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com