Mercedes-Benz Indonesia Belum Terkena Imbas Krisis Chip

Mercedes-Benz Indonesia Belum Terkena Imbas Krisis Chip

 

Kelangkaan semikonduktor atau chip bagi produsen otomotif global, efeknya mulai menjalar ke Indonesia. Namun hal ini belum berpengaruh pada produksi Mercedes-Benz di Indonesia.

Krisis tersebut tidak mempengaruhi baik dari sisi kapasitas produksi mereka di fasilitas Wanaherang, Bogor. Pun juga dengan fitur-fitur yang disuntikan pada mobil mereka, tak mengalami penurunan spek seperti yang terjadi di Eropa.

"Krisis mikrochip? Memang jadi isu global. Kalau ditanya per status (di Mercy) belum ada pengaruh sampai saat ini," kata Deputy Director Sales Operations Product Management PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI), Kariyanto Hardjosoemarto pekan lalu.

Selanjutnya, pihak MBDI terus berkordinasi dengan prinsipal ke depannya jika ada potensi suplau terganggu, khususnya versi CBU. Menurutnya saat ini masih belum terjadi kelangkaan produk tersebut. Meski pihaknya tetap melihat akan ada potensi tersebut.

"Kami berkordinasi memonitor terus kondisinya. Dan menanyakan kira-kira periode kapan akan terganggu," ucapnya.

Soal pemangkasan fitur, Kariyanto mengaku mobil yang dijual di Indonesia tidak disunat fiturnya. "Di Indonesia belum ada penyunatan fitur."

Hal ini karena chip yang dipakai berbeda. Untuk versi yang mengalami pemangkasan adalah mobil yang sudah memiliki fitur Mercedes Connect. Fitur ini di Indonesia belum diadopsi. Sehingga sampai saat ini belum ada fitur baik dari sisi keamanan, keselamatan dan kenyamanan yang dikurangi terkait krisis ini. 

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com