Bertahan Di Masa Pandemi, Begini Strategi ExxonMobil

Bertahan Di Masa Pandemi, Begini Strategi ExxonMobil

Di tahun 2018 lalu, PT Federal Karyatama selaku produsen pelumas Federal Oil diakuisisi oleh ExxonMobil. Mulai akhir 2020, integrasi keduanya rampung. Namun di saat yang sama, pandemi corona muncul.

Hal ini diakui Patrick Adiatmaja, Executive Chairman ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI) berdampak pada lini bisnis mereka. Di mana permintaan oli turut menyusut. "Demand menurun berkat pandemi," katanya pada media gathering virtual (8/4).

Namun hal tersebut justru membuat pihaknya bergerak untuk mencari strategi yang cocok untuk tetap bertahan. "Selama pandemi, membuat kita banyak berpikir, cara mendekati customer, menyerap kondisi new normal di pasar dan menyikapi anjloknya pasar. Ini menjadi pelajaran berharga," katanya.

Salah satunya dengan menjadi lebih cepat sadar pada teknologi digital. "Kita coba adaptasi dan bangkit dari kondisi ini."

Selain itu, pihaknya juga melakukan pengaturan balance produksi dengan perhitungan matang untuk menjamin suplai. Karena kondisi saat ini terbilang dilematis.

Di mana ketika memproduksi lebih banyak, bisa berpengaruh pada penyimpanan stok berlebih jika permintaan yang turun. Sebaliknya, saat produksi dihentikan, bisa saja tiba-tiba pasar kembali. Kondisi ini justru membuat pasokan jadi ketinggalan.

Dari keterangan resminya, disebutkan juga berbagai inisiatif yang telah dan akan dilakukan di tahun 2021 ini sebagai bentuk reaksi tanggap terhadap  peluang baru dan tren konsumen yang muncul selama pandemi.  

Seperti promosi konsumen berskala besar berbasis pendekatan digital dan program berhadiah. Hingga peluncuran produk baru rangkaian pelumas Mobil Super.

Di mana saat ini oli tersebut telah tersedia di Mobil Car Care, bengkel rekanan Mobil, toko resmi Mobil di e-commerce dan layanan Servis Di Rumah. Kegiatan edukasi, seminar dan pameran secara daring mengenai teknologi pelumas melalui media-media digital juga terus dilakukan.

Lebih lanjut, Indonesia tetap dipandang oleh ExxonMobil sebagai pasar yang berkembang dan tumbuh. Apalagi ada 70 persen dari 270 juta penduduk Indonesia yang masih berada di usia produktif.

"60 persennya masih di bawah 35 tahun. Ini pasar yang potensial. Diharapkan kembalinya kepercayaan pasar terhadap tumbuhnya perkembangan ekonomi," urainya.

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com