6 Fakta Teknis dari Mitsubishi Outlander PHEV

6 Fakta Teknis dari Mitsubishi Outlander PHEV

Selain mencicipi Mitsubishi New Triton kasta tertinggi, dalam penjelajahan di pulau Bali, OtoDriver juga kembali mendapat kesempatan mengemudi mobil bermesin ramah lingkungan kebanggaan Mitsubishi Indonesia.

Ya, apalagi kalau bukan Outlander PHEV. SUV seharga sekitar Rp 1,2 milyar ini pun kami dapati sejumlah fakta menariknya. Mengemudikannya dalam jarak ratusan kilometer di Bali dengan didampingi seorang staff teknik PT PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia cukup untuk menguak fakta mobil listrik ini.

Berikut adalah fakta-fakta menarik dari Outlander PHEV:

1. Tak punya transmisi
Bisa dibilang SUV ini tak punya transmisi, karena keempat rodanya langsung berhubungan dengan motor listrik yang ada di depan dan belakang.


2. Eco Mode mengurangi akselarasi dan pendinginan AC
Hal ini benar adanya, sebab dengan kerja AC yang rendah disebut otomatis mengurangi beban kerja sistem secara keseluruhan.

Foto: Danu


3. Baterai tak bisa terisi penuh
Jika Anda mengisi daya pakai quick charger dan mode charge pakai mesin maka hanya bisa maksimal 80 persen saja terisinya. Hal ini demi keawetan baterai itu sendiri.

4. Deselarasi = Regeneration Mode 
Regeneration alias pengisian daya dari pengereman akan langsung bekerja mengisi baterai begitu pedal gas diangkat, saat pedal rem ditekan pun regeneasi daya juga tetap berlangsung.

5. Gunakan fungsi Save dan Charge hanya saat dibutuhkan
Fungsi Charge bertugas mengisi baterai dengan mesin sebagai "generatornya", dan berguna melewati medan yang berat
Fungsi Save saat ingin mempertahankan level baterai seperti saat akan melewati medan yang berat dan dibutuhkan kondisi baterai yang tetap optimal. Gunakan keduanya secara seperlunya untuk mempertahankan konsumsi BBM mesin dan ketahanan baterai itu sendiri.


6. Ketika baterai habis
Bagaimana jika baterai mobil ini kosong? Ternyata bisa dikatakan bukan mesin konvensional 2.400 cc-nya yang menggerakkan mobil. Karena mesin akan otomatis bekerja untuk memberi daya baterai dan menggerakkan motor listrik. Namun dalam kondisi tersebut baterai tidak mendapat daya penuh, daya listrik dari mesin hanya "numpang lewat" saja. 

Foto: Danu

 
 
Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com