Hal Ini yang Paling Ditakuti Konsumen Pasca Chevrolet Berhenti Jualan

Hal Ini yang Paling Ditakuti Konsumen Pasca Chevrolet Berhenti Jualan

Keputusan Chevrolet Indonesia berhenti jualan di Indonesia tentu menjadi momok yang menakutkan bagi pemilik mobil dengan lambang dasi kupu-kupu ini. Pernyataan Chevrolet Indonesia untuk tetap suport ketersediaan sparepart dan layanan purna jual setidaknya bisa menyejukkan situasi.

“Pada dasarnya pengguna Chevrolet ini khawatir tentang dampak dari keputusan tersebut, walau pihak Chevrolet telah menjamin akan tetap mensuport ketersediaan sparepart ataupun layanan purnajual,” terang Fitriyanto, Sekjen dan Humas Chevrolet Trax Owner Comunity (T-Rax), saat dihubungi pada Kamis kemarin (31/10).

Pria yang akrab disapa Ryan ini mengatakan bahwa penyataan Chevrolet tersebut cukup menyejukkan dan optimis Chevrolet komit dengan tanggung jawabnya itu. “Hanya saja kami ragu dengan masa tunggu ketersediaan parts terutama jenis slow moving,” imbuhnya. Ungkapan Ryan ini cukup beralasan karena biasanya pihak prinsipal tidak menyetok bagian ini dalam jumlah besar.

“Kami yakin Chevy tidak akan meninggalkan kami begitu saja dan tentang spare part khususnya fast moving kami punya alternatif di luar barang OEM dengan merek layer kedua seperti Mando yang lebih enteng harganya,” jelas Iwan Pasadam, Wakil Ketua Umum T-RAX yang dihubungi secara terpisah.

“Kepergian Chevy sungguh ironis, di saat kami justru mulai punya alternatif sparepart ataupun bengkel terpercaya di luar bengkel resmi yang mampu mendukung eksistensi mobil-mobil kami,” lanjut pria yang akrab disapa Ipas ini.

 
 
Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com