Lamborghini Akhirnya Mau Membuat Supercar Hybrid

Lamborghini Akhirnya Mau Membuat Supercar Hybrid

Lamborghini tengah menyiapkan penerus Aventador. Menariknya lagi, Aventador baru itu bakal pakai mesin hybrid V12, sebagai bagian visi manufaktur soal elektrifikasi. 

Menurut yang diberitakan Autocar UK, kode LB48H sudah ditetapkan untuk Lamborghini Aventador baru ini. Gabungan mesin V12 naturally aspirated dengan motor elektrik untuk mendongkrak performa dan efisiensi.

Maurizio Reggiani selaku Chief Technical Officer Lamborghini, pernah memberi bocoran soal produk baru 2020 saat peluncuran Aventador SVJ awal tahun ini. Menurutnya, hybrid sudah jadi keharusan, bukan lagi pilihan. Reggiani juga mengakui, sistem hybrid bakal menambah bobot, paling ringan sekitar 150 - 200 kg. Itu jadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Lambo. Meski dengan upaya memangkas bobot, Lamborghini baru tetap lebih berat dari sebelumnya.

 

"Saya selalu berkata, lebih memilih bobot berkurang 10 kg ketimbang bertambah daya 1 hp. Bahkan jika rasio tenaga dan bobot bakal tetap sama," ujar Reggiani kepada Autocar. "Namun ketika saya bayangkan mobil baru bakal lebih berat. Apa solusinya? Kami belum tahu. Improvisasi tentu terjadi pada akhirnya," tambahnya.

Pertimbangan bobot berlebih, tentu jadi pikiran Lamborghini. Khususnya soal memecahkan rekor kecepatan di Nürburgring Nordschleife. Pasalnya, Aventador SVJ belum lama mencatatkan nama di puncak mobil tercepat di sana. Meski tampaknya rekor belum dipecahkan dalam waktu dekat, kekhawatiran Lambo tetap ada.

Sementara Reggiani punya ide agar Lambo memakai sistem hybrid terpisah. Di bagian suspensi roda depan,  ada motor listrik yang akan menyalurkan tenaga ke roda. Tidak seperti beberapa pabrikan yang menganut sistem motor listrik yang ada di transmisi dan baru disalurkan ke roda.

"Itu konsep terbaik menurut saya pribadi, untuk memberi kendali dan manajemen pada sasis. Dengan itu juga, bakal mudah mendapat torque vectoring penuh di depan, mengatasi kekurangan di sektor bobot dengan kelincahan lebih," ungkapnya.

Mesin V12 natural dengan sistem hybrid, dinilai menjadikan Aventador ancaman di segmennya. Apalagi kebanyakan kompetitor, lebih memilih memakai turbo dan menurunkan kapasitas mesin. Bagi Reggiani dan Lambo, turbo menurunkan kadar emosi berkendara.

Belum dipastikan nama untuk penerus Aventador bermesin hybrid ini nanti, tapi yang pasti tidak jauh dari istilah yang berkaitan dengan banteng, seperti pada model-model lainnya.

Simak Video : VIDEO: C-HR Hybrid Tembus 28 KM/Liter

 
 
Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com