Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Cegah Potensi Keracunan AC Dalam Perjalanan Liburan

Servis rutin termasuk cara menekan potensi keracunan AC mobil.
Tips
Sabtu, 28 Juni 2025 10:30 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Cek emisi berkala jadi salah satu opsi preventif cegah keracunan AC. (Foto : Auto2000)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Musim liburan sekolah telah tiba, untuk itu perlu persiapan prima atas kendaraan yang hendak dibawa untuk menuju destinasi yang sudah direncanakan. Salah satu peranti yang perlu persiapan cermat adalah penyejuk udara kabin atau AC. 

Meskipun cuaca tidak terik namun kabin yang nyaman menjamin perjalanan lebih menyenangkan. Auto2000 dalam keterangan resminya menguraikan beragam hal berkaitan perlunya AC mobil diperiksa cermat sebelum perjalanan liburan. 

Itu untuk menghindari potensi atas pengemudi penumpang mobil dari bahaya keracunan AC. Secara teknis merupakan dampak dari keracunan gas Carbon Monoksida (CO) sebagai sisa pembakaran mesin yang dikeluarkan via knalpot.

Chief Marketing Auto2000, Yagimin, dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu (30/4) menyebutkan potensi celah masuknya asap gas buang ke dalam kabin. 

BACA JUGA

Seperti melalui beberapa titik; saluran ventilasi udara kabin, karet-karet pintu, termasuk saluran air-duct yang berfungsi untuk mengurangi tingkat kekedapan udara. Termasuk juga celah pada karet-karet di jalur wiring harness area kabin dan tutup karet pembuangan air.

Potensi masuknya semburan gas dari knallpot itu dapat menyusup meskipun mobil dalam kondisi berjalan. Terlebih saat mobil diam di area parkir atau saat berbaris ketika ada kemacetan. 

Gejala Keracunan Gas CO

Gejala keracunan gas buang ini sulit disadari begitu saja, gejalanya seisi kabin jadi merasa lelah. Muncul juga rasa kantuk, lemas, sampai timbulnya mual. Bukan tidak mungkin malah ada gejala halusinasi. 

Bahayanya lagi, hal-hal itu kalaupun disadari sudah menyulitkan inisiatif evakuasi mandiri. Karena bisa dalam kondsi yang terlalu lemas, bahkan untuk sekadar membuka pintu mobil. 

Banyak korban keracunan gas CO yang tidak tertolong akibat menghirup gas berbahaya ini waktu tidur di dalam mobil yang mesin serta AC dalam kondisi hidup. 

Tentu ada langkah-langkah preventifnya. Pertama, jika memyuskan hendak istirahat di rest area atau lokasi parkir, mesin dan AC dimatikan saja. 

Jika memang memutuskan istirahat dalam mobil, buka sedikit kaca samping sekitar 2-3 cm untuk membantu sirkulasi udara luar. Sambil tetap waspada tindak pencurian dan kemungkinan hujan. 

Jangan lupa perhatikan kemungkinan masuknya gas buang dari kendaraan lain yang berada di sekitar mobil kita. 

Potensi keracunan AC bisa terjadi meskipun mobil sedang berjalan. (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Perlu juga atur alarm di ponsel untuk membangunkan, misalnya 30 menit kemudian. Setidaknya bisa jadi langkah preventif bagi penumpang lain di mobil untuk bisa tersadar ketika merasakan gejala awal keracunan gas CO.

Jika mulai merasakan gejala masuknya gas buang ke kabin segera evakuasi semua penumpang dari kabin mobil tanpa terkecuali. 

Kalau badan terlalu lemah, tekan klakson kuat-kuat untuk memancing perhatian orang di luar mobil. Memang akan membuat orang kesal kalau ternyata tidak keracunan gas CO. Tapi ini merupakan langkah efektif dalam meminta bantuan. 

“Yang terpenting adalah tindakan pencegahan dengan memastika setiap saluran ventilasi memiliki karet-karet dan katup yang berfungsi dengan baik serta melakukan perawatan pada kendaraan agar dapat menjaga emisi gas buang tetap di bawah ambang batas yang telah ditentukan.,” wanti Yagimin lagi.

Rutin servis berkala menjadi kunci utama mencegah keracunan gas CO di dalam mobil. Ketika servis berkala, seluruh komponen mobil diperiksa, termasuk potensi kebocoran di kabin mobil, dan mesin beserta saluran gas buang. 

Keuntungan lain servis berkala adalah kadar gas CO dapat dijaga di bawah ambang batas yang membahayakan karena dilakukan uji emisi. Bengkel resmi seperti Auto2000 pasti akan merekomendasikan penggantian komponen mesin agar emisi sesuai aturan pemerintah. (EW)

Celah pintu jadi titik potensial masuknya gas buang ke dalam kabin. (Foto : Otodriver/Aditya Widiutomo )

Tags Terkait :
Toyota AC
E

Erie W. Adji

reporter

Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Ford Indonesia Luncurkan New Everest Platinum dan Ranger Series 2026, Andalkan Mesin V6 Turbo Diesel

Ford Indonesia luncurkan New Everest Platinum V6 Turbo Diesel 2026 dan Ranger Series dengan mesin diesel baru serta fitur keselamatan di Bogor.

1 hari yang lalu


Berita
Toyota Serahkan Mesin Fortuner Untuk Support Pendidikan Di Lombok

TMMIN donasi mesin Fortuner ke SMK Lombok untuk mendukung pendidikan vokasi di SMKN 1 Jonggat dan SMKN 2 Kuripan, Lombok Tengah.

1 hari yang lalu

Berita
MG SZ Hybrid+ Resmi Hadir Di Indonesia, Pelopor Transmisi 3-Speed DHT di Kelasnya

MG ZS Hybrid+ 3-Speed DHT Indonesia resmi diperkenalkan sebagai SUV HEV compact dengan transmisi 3-speed DHT pertama di kelasnya, menyaingi Yaris Cross HEV dan HR-V e:HEV.

1 hari yang lalu


Berita
Kaca Film Ini Juga Bisa Tingkatkan Estetika Kendaraan

Hanya tersedia satu model produk, varian produk berdasarkan pilihan tingkat kegelapan.

1 minggu yang lalu


Pikap
Hilux EV Terpantau Hadir Di Indonesia

Harga Toyota Hilux EV Indonesia tercatat Rp 674 juta di situs Samsat Jakarta. Namun Toyota belum mengonfirmasikan rencana peluncuran pikap listrik ini.

1 hari yang lalu


VIDEO: Crash Test Toyota Hilux BEV (ANCAP)

Toyota Hilux BEV sukses menjalani uji tabrak dengan baik.

Crash Test | 1 hari yang lalu


Berita
Komunitas Fortuner Gelar Jambore Nasional dan Rayakan Ulangtahun ke 19

Jambore Nasional V dan Anniversary XIX ID42NER Fortuner digelar di PIK 2 Tangerang dengan 300 peserta dari 27 chapter, termasuk city tour dan coaching clinic keselamatan berkendara.

1 hari yang lalu


Berita
Produk Aftermarket Ini Hadirkan Sokbreker Yang Lebih Stabil Untuk MPV dan SUV

YSS DTG 7 dan Grip R shockbreaker untuk SUV MPV diluncurkan YSS Indonesia dengan fitur adjustable yang mendukung handling lebih baik serta kenyamanan di jalan Indonesia.

1 hari yang lalu


Terkini

Berita
SPY SHOT: Smart #2, Titisan ForTwo Versi Terbaru

Smart #2 versi listrik murni kini memasuki tahap validasi fisik global menjelang debut model produksinya di Paris Motor Show pada Oktober 2026.

3 jam yang lalu


Berita
Geely Nekat Hadikan SUV ICE Turbo di Era EV dan Hybrid, Ini Alasannya

Berbeda dengan merek-merek mobil terkini yang gencar menawarkan mobil elektrifikasi, Geely justru baru saja menghadirkan sebuah SUV dengan mesin bensin konvensional.

4 jam yang lalu


Berita
Jaecoo J8 SHS ARDIS Cocok Untuk Kegiatan Outdoor, Ini Alasannya

Jaecoo J8 SHS ARDIS offroad outdoor diuji melalui overland di Gunung Ceremai dengan tenaga hybrid 530 hp, suspensi CDC, dan fitur V2L untuk kegiatan camping.

15 jam yang lalu


Berita
Toyota Innova Zenix Segera Dapatkan Facelift

Toyota Innova Hycross alias versi India untuk Zenix terlihat melakukan pengetesan di jalanan dan diduga adalah versi facelift.

19 jam yang lalu


Berita
Ini Perbedaan Sistem Pada Mitsubishi XForce HEV dan Xpander HEV

Perbedaan sistem hybrid XForce HEV dan Xpander HEV terletak pada generasi teknologi. XForce mengadopsi sistem lebih baru dengan transaxle dua speed, sedangkan Xpander masih menggunakan single speed.

20 jam yang lalu