Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Seberapa Sering Ban Boleh Ditambal?

Ban bocor atau hilangnya tekanan angin pada ban yang disebabkan tertusuk benda asing merupakan kejadian yang sering terjadi.
Tips
Senin, 22 Juni 2020 14:00 WIB
Penulis : Aditya Widiutomo


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Ban bocor atau hilangnya tekanan angin yang disebabkan tertusuk benda asing merupakan kejadian yang sering terjadi. Tentunya kejadian ini bisa mengakibatkan terganggunya aktifitas sang pemilik mobil.

Untuk ban tubeless menambalnya memang relatif lebih gampang, tapi memerlukan metode khusus untuk jenis ban ini. Namun apakah ada batasan berapa jumlah maksimal ban tubeless bisa ditambal?

“Tidak ada batasan untuk jumlah tambalannya, yang penting hasil tambalannya baik, tidak bocor lagi dan tidak membuat masalah yang lain seperti vibrasi ataupun kerusakan telapak ban akibat proses tambalnya,” terang Abeng selaku pemilik bengkel Victory Auto Sport yang berlokasi di kawasan Tangerang Selatan ketika dihubungi oleh tim OtoDriver (8/6).

Resiko kerusakan ban akibat penambalan ban jarang terjadi terkecuali akibat kondisi-kondisi tertentu.

“Biasanya kegagalan penambalan ban tubeless dikarenakan cacat baru tersebut terlalu dekat dengan bekas tambalan lama,” tambahnya.

“Kondisi ini masih bisa tertolong apabila kondisi karet ban dan kontruksi telapak ban masih baik,” tutup Abeng.


Tags Terkait :
Tips Ban
A

Aditya Widiutomo

Jurnalis

Memulai karier sebagai drifter, lantas menekuni jurnalistik otomotif dan review mobil sejak 2017. Walau sering mereview...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Special Report: GIIAS 2026
Artikel Terkait


Berita
Polytron dan Vino G. Bastian Bagikan Tips Memilih Mobil Listrik yang “Make Sense” di GIIAS 2026

Polytron dan Vino G. Bastian membahas tips memilih mobil listrik Polytron G3+ yang rasional di GIIAS 2026, mencakup efisiensi biaya operasional dan fleksibilitas kepemilikan baterai.

1 hari yang lalu

Tips
Jangan Asal Ganti Ban Mobil, Perhatikan Load Index dan Speed Rating

Selain ukuran ban, pengendara perlu memahami arti load index dan speed rating. Kenali fungsi kode 105W pada ban mobil dan batas kemampuannya.

4 hari yang lalu


Tips
Bukan Sekadar Mitos, Ini Alasan Nitrogen Diklaim Bikin Ban Lebih Stabil

Benarkah nitrogen mampu menjaga tekanan ban lebih stabil? Ahli menjelaskan perbedaan molekul nitrogen dan oksigen.

4 hari yang lalu


Truk
Isuzu Krawang Plant Sudah Produksi 300.000 Unit Sejak 2015

Jumlah produksi tahunan sudah mencapai 45 ribu unit.

1 minggu yang lalu


Terkini

Berita
Biaya Harian Wuling Aira ev Lebih Hemat DibandingLCGC? Ini Perbandingannya dengan Honda Brio, Toyota Agya, dan Daihatsu Ayla

Menghitung perbandingan penggunaan harian Aira ev dengan LCGC yang ada di Indonesia saat ini. Mana yang lebih hemat?

5 jam yang lalu


Berita
Maxus Hadirkan Mifa 7, MPV Listrik Premium yang Fleksibel untuk Keluarga Modern Di GIIAS 2026

Harga Maxus Mifa 7 GIIAS 2026 ditetapkan Rp750 juta OTR Jakarta. MPV listrik premium ini menawarkan jarak tempuh 570 km dan ADAS Level 2+.

5 jam yang lalu


Berita
ICMS-GIIAS 2026: Di Indonesia Sudah Tercipta Pasar Buat BEV, HEV, Dan PHEV

Regulasi khusus yang mengistimewakan satu jenis kendaraan sudah waktunya ditinjau ulang.

6 jam yang lalu


Berita
Jetour T2 i-DM Disambut Positif, Dominasi Penjualan di GIIAS 2026

Model plug-in hybrid (PHEV) tersebut menyumbang sekitar 60-70 persen dari total penjualan T2 selama pameran berlangsung.

6 jam yang lalu


Berita
Daihatsu Perkuat Layanan Purnajual di GIIAS 2026, Ada Suku Cadang Murahnya

Salah satu program yang diperkenalkan adalah Daihatsu Value Parts, yakni pilihan suku cadang alternatif dengan harga lebih terjangkau.

7 jam yang lalu