Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTeknis

Mengetahui Cara Kerja Variable Geometry Turbocharger

Turbo ini juga dikenal dengan nama Variable Turbine Geometry atau Variable Nozzle Turbine dan ditemui pada Pajero Sport, Trailblazer, Fortuner.
Teknis
Sabtu, 2 Februari 2019 10:00 WIB
Penulis : Christoper


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Teknologi Variable Turbine Geometry adalah generasi terbaru dalam teknologi turbocharger di mana turbo menggunakan baling-baling variabel untuk mengontrol aliran gas buang terhadap bilah turbin. Hadirnya teknologi ini berangkat dari masalah turbo yang tidak bekerja dengan baik pada kecepatan rendah. Jadi bagaimana cara turbo VTG mengatasi masalah ini?

Variable Turbine Geometry juga dikenal sebagai  Variable Geometry Turbocharger (VGT), atau Variable Nozzle Turbine (VNT). Turbocharger jenis Variable Turbine Geometry memiliki baling-baling kecil yang dapat mengarahkan aliran gas buang ke bilah turbin. Sudut baling-baling disesuaikan melalui aktuator. Sudut baling-baling bervariasi di seluruh rentang Rpm mesin untuk mengoptimalkan kerja turbin.

Pada gambar diatas, Anda dapat melihat baling-baling di sudut yang hampir tertutup. Posisi ini dioptimalkan untuk kecepatan Rpm engine rendah, pre-boost.

Dalam foto kedua, Anda bisa melihat arah aliran gas buang ketika baling-baling variabel berada di sudut yang hampir tertutup. Lintasan sempit yang harus dilalui gas buang mempercepatnya menuju bilah turbin, dengan demikian membuatnya berputar lebih cepat. Sudut baling-baling juga mengarahkan gas untuk mengenai bilah pada sudut yang tepat.

Berikutnya adalah bagaimana baling-baling VGT terlihat terbuka. Contoh mobil bermesin diesel yang menggunakan teknologi VGT Turbo ini yakni; Mitsubishi Pajero Sport, Chevrolet Trailblazer, Toyota Fortuner dan Hyundai Santa Fe.

 

Foto terakhir ini menunjukkan aliran gas buang ketika baling-baling turbin variabel terbuka penuh. Aliran gas buang kencang pada kecepatan engine tinggi sepenuhnya diarahkan ke bilah turbin oleh baling-baling variabel.

Menurut situs Paultan, Variable Turbine Geometry telah digunakan secara luas di mesin turbodiesel sejak 1990-an, tetapi belum pernah diterapkan pada mobil bermesin bensin dengan turbo.

Alasannya karena gas buang mesin bensin jauh lebih panas daripada gas buang mesin diesel, jadi umumnya bahan yang digunakan untuk membuat turbin VTG tidak tahan dengan panas.

Teks: Christo

Editor: Danu

Sumber: Paultan


Tags Terkait :
Mesin Toyota Mitsubishi Fortuner Pajero Sport
C

Christoper

Kontributor

Christoper Susanto

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Special Report: GIIAS 2026
Artikel Terkait


Berita
Harga Mobil Diesel Seken Lunglai, Ambrol Hingga Puluhan Juta

Harga solar non subsidi menginjak harga Rp 30 ribuan/liter. Bencana bagi pasar mobil diesel bekas

2 bulan yang lalu


Berita
Mudik In Style 2026 : Berlebaran Di Ngawi Dengan Ford Everest, Jadi Pusat Perhatian!

Review mudik Ford Everest Sport ke Ngawi: tenaga 170PS, torsi 405Nm, irit 12,6 km/l di tol Trans Jawa, suspensi nyaman meski interior sederhana.

4 bulan yang lalu


Berita
Mitsubishi Bidik All New Pajero, Jadi Rival Setara Land Cruiser

Pajero bakal menghangatkan segmen SUV mid size premium yang selama ini dikuasai Prado.

5 bulan yang lalu


Berita
Mitsubishi Pajero Sport Jadi Salah Satu SUV Pilihan Dalam Kehandalan dan Kenyamanan.

Pajero Sport mewarisi sebagian besar teknologi dari The Real Pajero yang menjadikannya sebagai SUV yang cukup disegani

5 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Mitsubishi Fuso Perluas Ekosistem Aftersales, Fokus Tekan Waktu Perawatan Armada

Mitsubishi Fuso Zero Down Time aftersales dikembangkan PT KTB melalui integrasi telematika, advisor on-site, dan perluasan jaringan servis untuk tekan downtime armada niaga.

3 jam yang lalu


Berita
Honda Super-ONE Dijual Rp 438 Juta, Lebih Mahal Dari Rata2 EV Tiongkok

Harga Honda Super-ONE resmi dirilis Rp 438 juta. Sudah bisa dipesan di GIIAS 2026.

3 jam yang lalu


Berita
XPENG Tak Sekadar Hadir di GIIAS 2026, Bawa Komitmen Jangka Panjang Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik Indonesia

XPENG GIIAS 2026 komitmen jangka panjang ekosistem kendaraan listrik Indonesia tercermin dari partisipasi mereka yang menghadirkan berbagai inovasi mobilitas pintar di ajang tersebut.

4 jam yang lalu


Berita
Polytron G3+ Special Collaboration Edition Resmi Hadir, Dapat Upgrade Senilai Rp40 Juta

Polytron G3+ Special Collaboration Edition resmi meluncur di GIIAS 2026. Hadir dengan kolaborasi HSR dan Triple 9, mobil listrik ini mendapat upgrade senilai Rp40 juta dengan tambahan harga Rp20 juta.

5 jam yang lalu


Berita
Dekkalive Trio, Dashcam Tiga Kamera yang Bisa Dipantau Langsung dari Smartphone

DVR terbaru dari Dekka dilengkapi dengan tiga kamera dan merupakan tipe online yang bisa diakses melalui perangkat smartphone.

7 jam yang lalu