Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityTruk

Istilah Truk, Bukan Hanya Engkel dan Tronton Ini Yang Lainnya

Ada istilah di truk yang terdengar asing, seperti trintin dan trinton. Apa itu?
Truk
Jumat, 13 November 2020 15:00 WIB
Penulis : Ilham Pratama


Istilah truk engkel dan truk tronton, mungkin sudah umum didengar oleh pengguna jalan di Indonesia. Namun ada istilah lain yang terdengar asing, seperti trintin dan trinton. Apa itu?

Hal ini coba dijelaskan oleh Thomas Aquino Wijonarko, Instruktur Training Center Isuzu, saat teleconfrence Jumat (13/11). "Kalau ngomongin kendaraan niaga, banyak soal aturan dari pemerintah. Di angkutan barang saja terbagi dua, yakni gandengan dan rigid," ungkapnya.

Lebih lanjut, untuk tipe truk rigid memiliki bak yang berada di atas sasis, termasuk pikap. Sedangkan gandengan memiliki tipe tractor head yang tidak punya bak di sasis tapi mereka menarik angkutan dengan jenis semi trailer.

Kemudian ada istilah lain seperti truk engkel, yang artinya hanya memiliki as belakang tunggal. "Ada versi engkel yang cuma pakai dua as dengan ban belakang tunggal. Serta ada engkel double yang punya satu as di belakang, tapi ban belakangnya ganda.

BACA JUGA

Kemudian ada istilah truk trintin dan tronton dengan tiga as roda. Bedanya trintin merupakan truk punya dua as di depan dan satu belakang. Trintin kebanyakan hadir dalam versi CBU dari Jepang seperti marak di awal 2000-an.

Sedangkan ruk tronton yang kerap dikenal umum memiliki konfigurasi as roda satu di depan dan dua di belakang. Truk ini sering juga terlihat dalam sosok truk barang, box hingga dump truck.

Sedangkan truk yang cukup langka di Indonesia adalah yang berjenis trinton. "Truk ini punya empat as roda. Yakni dua di depan dan dua di belakang," jelas Thomas.

Sementara truk tipe gandeng atau tractor head hanya memiliki dua istilah. Di mana tractor head dengan dua as roda disebut trailer engkel. Sedangkan truk dengan tiga as roda dijuluki trailer tronton.
Sehingga bagian trailer pengangkutnya, meski versi dua as atau tiga as tidak membuatnya jadi berubah istilah.


Tags Terkait :
Istilah Truk Truk Tronton Truk Trintin Truk Engkel Truk Trinton
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Truk
Istilah Truk, Bukan Hanya Engkel dan Tronton Ini Yang Lainnya

Ada istilah di truk yang terdengar asing, seperti trintin dan trinton. Apa itu?

5 tahun yang lalu


Bus
Jenis Bodi Bus Di Indonesia Versi Adi Putro

Secara prinsip perbedaan antar varian berdasarkan ketinggian bodi

2 tahun yang lalu


Truk
Lift Axle Alias Truk Jinjit, Solusi Efisiensi Truk Masa Kini

Dengan lift axle, truk bisa lebih irit bahan bakar dan juga penggunaan ban

6 tahun yang lalu


Berita
GIIAS 2024: Isuzu Fokus Di Segmen Logistik

Segmen dari jejak legenda Panther ditinggalkan?

1 tahun yang lalu


Terkini

Truk
Truk Listrik Volvo Laku 5.000 Unit Di Seluruh Dunia

Truk listrik Volvo terjual 5.000 unit di seluruh dunia, dikirim ke 50 negara dengan delapan model. Armada menempuh 170 juta km sejak 2019.

6 jam yang lalu


Bus
Pakai Cara Pabrikan Tiongkok, Produsen Bus Listrik India Ini Rilis Model Terbaru

Mayoritas proses desain sampai perakitan dilakukan dalam satu atap.

1 hari yang lalu


Pikap
Isuzu D-Max EV Mulai Dipasarkan Untuk Pasar Eropa

Isuzu D-Max EV mulai dipasarkan di Eropa. Spesifikasi Isuzu D-Max EV Eropa: tenaga 200 hp, baterai 66.9 kWh, torsi 347 Nm, range 263-335 km WLTP.

1 hari yang lalu


Pikap
KIA Indonesia Serius Jajaki Untuk Hadirkan Double Cabin Tasman

Kia Indonesia rencanakan Kia Tasman rilis Indonesia 2027 sebagai double cabin pikap sasis tangga. Model ini saingi Hilux di tengah harga diesel naik.

3 hari yang lalu


Bus
Beban Subsidi Makin Besar, Tarif Transjakarta Bisa Naik

Wacana kenaikan tarif Transjakarta mengemuka akibat subsidi APBD membengkak hingga Rp9.000-10.000 per penumpang. Pendapatan tiket hanya tutup 14% biaya operasional.

3 hari yang lalu