Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaMobil Listrik

Sekilas Perjalanan Mobil Listrik Di Indonesia. Dari Konsep Hingga Produksi Masal

Indonesia menjadi negara kunci peradaban mobil listrik dunia
Mobil Listrik
Jumat, 22 Oktober 2021 06:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Cepat atau lambat, tren mobil listrik akan hadir di Indonesia. Bahkan belum lama ini, Presiden Joko Widodo menyatakan akan ada mobil listrik yang dibuat di Indonesia.  Selain itu, adanya Perpres 55/2019 sebagai payung hukum kendaraan listrik di Indonesia membuat produksi dan pasarnya makin terbuka lebar. Sekilas kiprah mobil listrik di Tanah Air menarik untuk dibahas. Pasalnya, segmen ini ramai diisi oleh bermacam produsen mobil dari berbagai negara. Lalu seperti apa sekilas perjalannya? Yuk, simak.

Era Awal Mobil Listrik Di Indonesia

Kehadiran mobil listrik di Indonesia awalnya hadir mulai tahun 2010-an. Saat itu baru sebatas mobil konsep untuk pajangan di pameran semata. Salah satunya adalah Toyota FT-EV II yang murni berpenggerak listrik. Sedangkan di era tersebut, beberapa mobil konsep bertenaga hybrid juga ada, seperti BMW Vision Efficient Dynamics serta Honda CR-Z.

Perkembangan mobil listrik kemudian digeber oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat itu, Dahlan Iskan yang sejak tahun 2011 getol mengembangkan mobil listrik. Dibantu oleh insinyur-insinyur seperti Danet Suryatama, Ricky Elson dan Dasep Ahmadi, lahir beberapa mobil listrik. Termasuk mobil listrik bergaya supercar, Tucuxi.

Sayangnya, proyek tersebut gagal berlanjut ke tahap produksi. Bahkan Dasep Ahmadi divonis bersalah karena masalah korupsi pengadaan mobil listrik di tahun 2016. Sementara Tucuxi, berakhir tragis karena kecelakaan saat sesi tes. Pun demikian dengan penggantinya, Selo yang hanya berakhir sebagai mobil konsep saja. 

Mobil Listrik Mulai Dijual Umum

Geliat mobil listrik kembali bangkit pasca hadirnya Tesla lewat importir umum di Indonesia sekitar tahun 2017. Kemudian, tahun 2019 sederet perusahaan angkutan umum mulai bergerak mengandalkan mobil listrik. Di antaranya BYD e6 dan Tesla Model X yang dipakai sebagai armada taksi Blue Bird. Kedua mobil listrik tersebut dihadirkan pada bulan Mei 2019.

Sementara di tahun yang sama, tepatnya pada bulan November, PT Hyundai Motor Indonesia merilis dua mobil listrik mereka Ioniq dan Kona. Mobil berjenis hatchback dan SUV tersebut dijual umum dengan banderol mulai Rp 600 jutaan. Selang sebulan, yakni di Januari 2020 Ioniq didapuk menjadi kendaraan operasional Grabcar Electric. Sebanyak 20 unit Ioniq menjadi andalan GrabCar Electric untuk beroperasi dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Bukan hanya segmen penumpang, kendaraan komersial juga mulai diisi oleh mobil listrik. Di mana DFSK Gelora E3 yang awalnya dikenalkan di pameran GIICOMVEC 2020 kemudian dijual Rp 480 juta. Dari wakil Jepang, ada Toyota yang mulai mengembangkan mobil listrik setelah sebelumnya lebih fokus pada hybrid dan hidrogen fuel cell. Bedanya, Toyota memilih skema sewa dibanding penjualan langsung.

Melalui proyek bernama EV Smart Mobility di Bali yang dimulai Maret 2021 ini, Toyota menghadirkan 25 mobil listrik murni yang terdiri dari 20 unit Toyota Coms dan 5 Toyota C+pod. Serta 5 unit Toyota Prius PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle). Pabrikan asal Tiongkok, Wuling pun siap beri gebrakan di segmen mobil listrik Indonesia. Pada akhir bulan September 2021 lalu, Wuling menyiapkan mobil listrik murah mereka yang berjuluk Wuling Mini EV dan E100. Tak tanggung, Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan langsung menjajal kemampuan mobil mungil tersebut. 

Di negeri asalnya, Mini EV dikenal sebagai mobil listrik paling murah dengan banderol mulai sekitar Rp 64 jutaan. Tak heran di semester I 2021, mobil tersebut sanggup terjual hingga 200.000 unit di sana. Hal ini yang membuat Wuling optimis menggarap pasar mobil listrik di Indonesia. "Kami serius untuk membawa teknologi dan juga berinvestasi dalam rangka memasuki era elektrifikasi kendaraan. Tentunya, Wuling juga membutuhkan dukungan dari pemerintah untuk bersama-sama mengembangkan ekosistem EV di Indonesia," kata President Director Wuling Motors, Shi Guoyong dalam rilis resminya.

Nah, bisa dibayangkan jika mobil listrik seharga LCGC akan dijual di Indonesia. Populasinya tentu akan makin cepat berkembang.


Tags Terkait :
Ev Sejarah Ev Indonesia
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Mobil Listrik
Maserati OTW Jadi Brand Yang Melabel Ulang Mobil Mewah China

Maserati kemitraan Huawei JAC EV: Brand Italia diskusikan produksi mobil listrik China berlabel Maserati, fokus desain dan branding.

23 jam yang lalu


Mobil Listrik
Indonesia Masuk Fase Transisi Ke Mobil Listrik I

Kenaikan harga BBM akibat konflik Timur Tengah percepat transisi ke mobil listrik Indonesia. Penjualan EV naik 141% pada 2025, data Gaikindo.

5 hari yang lalu

Berita
Mengunjungi Markas Besar Xpeng, Sebuah Jendela Masa Depan

Kunjungan markas besar Xpeng Guangzhou ungkap ambisi pabrikan China di mobil EV canggih, eVTOL Aridge, dan robot humanoid Iron.

2 minggu yang lalu

Berita
Melihat Lebih Dekat All-New C-Class Electric, Standar Baru Segmen Sedan Listrik Premium

Peluncuran global All-New Mercedes-Benz C-Class Electric digelar di Seoul. Sedan listrik premium ini tawarkan desain futuristik, range 762 km WLTP, MBUX Hyperscreen, dan akselerasi 4 detik.

2 minggu yang lalu


Berita
Ekspansi Besar BYD dan Ambisinya di Industri Kendaraan Listrik

Ekspansi global BYD kendaraan listrik cetak penjualan 4,6 juta unit dan ekspor 1 juta unit 2025. Strategi multi-brand jangkau segmen entry hingga premium.

3 minggu yang lalu


Berita
Imbas Sengketa Nama Denza, BYD Daftarkan Danza

Mahkamah Agung tolak kasasi BYD atas sengketa merek Denza. BYD daftarkan nama Danza imbas sengketa Denza di Indonesia sebagai langkah antisipasi.

3 minggu yang lalu


Berita
Fasilitas BYD Di Shenzhen Terbakar, Namun Jalur Produksi Aman

Kebakaran fasilitas BYD di Shenzhen terbatas pada area parkir kendaraan uji. Jalur produksi aman, api dipadamkan tanpa korban jiwa.

3 minggu yang lalu


Berita
Polytron Jadi Official Car Partner Indonesia Open 2026, Usung Mobil Listrik G3

Polytron G3+ resmi Official Car Partner Indonesia Open 2026. Mobil listrik Polytron dukung mobilitas atlet di turnamen Super 1000 BWF, 2-7 Juni di Istora Senayan.

3 minggu yang lalu


Terkini

Berita
Chery QQ Dari Waktu Ke Waktu

Versi pertamanya sempat dianggap produk contekan.

2 jam yang lalu


Berita
Begini Spesifikasi BYD Atto 1 Termurah Yang Resmi Dirilis

BYD Atto 1 mendapatkan varian baru di Indonesia.

5 jam yang lalu


Berita
Chevrolet Camaro Bakal Bangkit Lagi Dari Kubur Di 2027

Camaro akan kembali pada generasi VII setelah kebangkitan kembali yang kedua.

6 jam yang lalu


Berita
Penjualan Terus Anjlok, Honda Akan Stop Produksi Beberapa Model Di Cina

Honda mempercepat penyesuaian produksinya di Tiongkok seiring sejumlah model bermesin konvensional maupun elektrifikasi seperti ZR-V, Fit, Accord e:PHEV, dan e:NS1.

7 jam yang lalu


Mobil Listrik
BYD Siapkan Varian Murah Atto 1

BYD siapkan varian murah BYD Atto 1 tipe STD guna saingi EV mungil seperti Changan Lumin. Perluas pilihan dan akses kendaraan listrik bagi konsumen.

8 jam yang lalu