Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaFirst Drive

FIRST DRIVE: Wuling Almaz 2019

Di luar ekspektasi, mungkin itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan perasaan kami ketika menguji Wuling Almaz selama tiga hari. Berikut penuturan lengkapnya
First Drive
Jumat, 15 Maret 2019 09:00 WIB
Penulis : Ahmad Biondi


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Di luar ekspektasi. Mungkin itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan perasaan kami ketika mencoba Wuling Almaz dalam waktu beberapa hari.

Sejak 11-13 Maret 2019, Wuling mengajak OtoDriver mencoba Wuling Almaz menjelajahi Bandung-Pangandaran hingga ke Tasikmalaya dengan tema acara 'Almaz Smart Journey’.

Ketika tiba di Bandung, kami langsung menguasai lingkar kemudi Almaz. Pengaturan setir yang dilengkapi tilt & telescopic serta pengaturan kursi yang sudah bisa diatur ketinggian dan maju mundur secara elektrik memudahkan untuk menemukan posisi mengemudi yang baik.

BACA JUGA

Melaju di jalan kota Bandung yang macet, kami merasa tidak kewalahan berkat transmisi CVT yang sudah diaplikasikan di Almaz, apalagi setir SUV ini juga terasa ringan sehingga membuat kami mudah membelah kemacetan perkotaan.

Selain itu, ketika hendak mencari lokasi berkumpul, kami sangat terbantu dengan headunit layar sentuh yang bisa langsung dikoneksikan ke smartphone kami lewat fitur Wuling link, hal tersebut membuat kami sangat mudah melihat peta lokasi.

Berlanjut ke jalan tol, kami melaju dengan kecepatan 100-120 km/jam dari gerbang tol Pasteur hingga Cileunyi. Yang menarik, ketika kecepatan semakin tinggi, lingkar kemudi Almaz semakin berat, dan hal tersebut membuat pengendalian menjadi lebih stabil. Dan yang pasti, di jalan tol mobil ini terasa powerful, tidak terasa kewalahan ketika kami menyentak pedal gas berulang kali.

Mungkin kendala yang kami hadapi hanya ketika ada jalan bumpy yang membuat kami sedikit melayang. Namun begitu, perasaan memantul yang kami rasakan masih dalam batas wajar dan kami berfikir jika suspensi McPherson Strut, Coil Spring di depan dan Multi-link Independent pada bagian belakang diatur sedikit lebih keras, maka pengendalian Almaz bisa dikatakan sempurna.

Keluar tol Cileyuni, kami mulai mendaki ke arah Tasikmalaya via Nagrek. Ini dia tantangan sesungguhnya. Dengan dimensi panjang 4.655 mm, lebar 1.835 mm dan tinggi 1.760 mm serta wheelbase 2.750, Almaz tidak bisa dikatakan kecil. Hal tersebut membuat kami ragu dengan tenaganya ketika menghadapi tanjakan curam.

Karena dipersenjatai mesin 1.500 cc dengan sokongan turbo keluaran Honeywell, Wuling mengklaim torsi puncaknya 250 Nm. Apalgi dengan kawalan transmisi CVT dari Bosch yang terdapat pilihan mode sport hingga manual 8-percepatan membuat Almaz terasa tangguh di tanjakan. Kami sempat tidak percaya. Karakternya persis seperti SUV Eropa yang sudah berpengalaman.

Apalagi dengan fitur keselamatan canggih seperti Traction Control System (TCS), Automatic Vehicle Holding(AVH), Hill Hold Control (HHC) hingga Emergency Stop Signal (ESS) membuat kami sangat percaya diri memacu lebih cepat lagi.

Bisa dibilang pengujian kali ini benar-benar kami lakukan secara maksimal. Apalagi panitia memberikan tantangan kepada kami untuk secepatnya sampai di tujuan. Dengan begitu, kami mengemudikan Almaz dengan agresif, namun tetap menjunjung tinggi keselamatan berkendara.

Setelah menempuh kurang lebih 6 jam perjalanan, akhirnya kami sampai di Pangandaran. Ketika itu, konsumsi BBM hasil kombinasi yang kami peroleh mencapai 8,5 km/liter. Hal tersebut terasa sangat baik untuk ukuran SUV medium, dan kami merasa konsumsinya bisa lebih baik jika kami berkendara dengan kecepatan konstan.

"Kami berharap pengalaman ini bisa menjawab rasa penasaran akan performa dan beragam fitur modern yang dihadirkan Smart Technology SUV melalui perjalanan jarak jauh dan menantang Almaz yang telah ditunggu rekan-rekan media otomotif," ucap Dian Asmahani, Brand Manager Wuling Motors.

Kesimpulan

Almaz memiliki desain, fitur dan pengendalian yang sangat baik. Hal tersebut membuatnya patut diperhitungkan para pengguna SUV tanah air. Dengan banderol yang lebih terjangkau ketimbang para kompetitor, pekerjaan rumah Wuling mungkin hanya perlu lebih gencar memasarkan dan mempublikasikan Almaz ke masyarakat. 

Kelebihan:

- Pengendalian baik

- Fitur Wuling Link di headunit 10,4 inci

- Ruang kaki penumpang belakang sangat lega

- Mesin turbo responsif

Kekurangan:

- Hanya ada satu varian

- Suspensi terlalu empuk

- Tidak tersedia soket 12 volt

Spesifikasi:

Wuling Almaz

Harga:  Rp 318,8 juta (OTR DKI Jakarta)

Kapasitas Mesin: 1.451 cc Turbo 4 silinder

Tenaga maksimum: 140 ps

Torsi maksimum: 250 Nm

Transmisi: CVT


Tags Terkait :
Wuling Almaz
A

Ahmad Biondi

Editor

Pria necis yang hobi olahraga ini sudah menjadi jurnalis otomotif sejak 2009. Berpengalaman menguji dan mereview banyak...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Model Chevrolet Satu ini Tetap Diproduksi di Indonesia

Chevrolet dipastikan hengkang dari Indonesia.

6 tahun yang lalu


Komparasi
Wuling Almaz dengan Chevrolet Captiva Selisih RP 260 Jutaan

Keduanya dibuat dengan basis yang sama dan dirakit di tempat yang sama. Lantas apa saja perbedaan keduanya dan berapa harga Captiva model baru versi Thailand jika di-Rupiah-kan?

6 tahun yang lalu

Berita
Wuling Indonesia Ekspor Ribuan Unit Chevrolet Captiva

Hingga akhir 2019 tercatat 2.500 hingga 2.600 unit akan dikapalkan.

6 tahun yang lalu


Berita
Ini Dia Chevrolet Captiva Bikinan Wuling Indonesia

Varian tertingginya bernama Premiere.

6 tahun yang lalu


Berita
Chevrolet Captiva Hasil Rebadge Almaz Kepergok di Cikarang

Chevrolet Captiva dipasarkan di Asia Tenggara dan beberapa negara di Amerika Selatan.

6 tahun yang lalu


Berita
Minat Rebadge Wuling Almaz, Chevrolet Indonesia?

Captiva generasi terbaru merupakan produk rebadge dari Wuling Almaz.

6 tahun yang lalu


Berita
Wuling Almaz Rebadge Jadi Captiva? Ini Jawaban Chevrolet Indonesia

Apalagi Almaz merupakan model CKD yang dirakit di fasiltas pabrik Wuling Motors di Cikarang, bagaimana minat Chevrolet Indonesia?

7 tahun yang lalu

Berita
Almaz Jadi All New Captiva di Thailand, Ini Jawaban Chevrolet

Setelah Amerika selatan, Almaz akan di-rebadge menjadi All New Captiva di Thailand.

7 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Mengenal Varian Dual Mode (DM) BYD, Ternyata Ada Beberapa Tipe

Mengenal varian BYD DM Dual Mode yang terdiri dari DM-i, DM-p, dan DM-O dengan pendekatan Electric First untuk efisiensi, performa, dan off-road.

4 jam yang lalu


Berita
Xpeng Lakukan Serah Terima 100 G6 Ke Konsumen

Xpeng Indonesia melakukan serah terima 100 unit Xpeng G6 kepada konsumen. Langkah ini memperkuat posisi merek di pasar kendaraan listrik Tanah Air dengan fokus pada pengalaman pelanggan.

5 jam yang lalu


Berita
Menurut Riset Masyarakat Palembang Tertarik Dengan Mobil Modern, Chery Langsung Buka Dealer Baru di Sana

Dealer Chery dibuka di Palembang setelah riset menunjukkan minat tinggi masyarakat terhadap kendaraan modern, termasuk hybrid dan EV.

16 jam yang lalu


Berita
Hindari 5 Hal Ini, Agar Mobil Anda Tidak Boros BBM

BBM

16 jam yang lalu


Berita
46 Ribu Unit Terjual Sepanjang 2026, Daihatsu GranMax Hingga Terios Masih Laku Keras

Penjualan Daihatsu 46 ribu unit April 2026 tercatat 46.953 unit dengan market share 16,3 persen. Gran Max, Sigra, Ayla, dan Terios menjadi kontributor utama penjualan.

17 jam yang lalu