OTODRIVER – Pekan ini di Tiongkok meluncur lagi satu SUV dari Wuling dengan nama model Starlight 560.
Dilengkapi dengan tiga varian pembangkit daya; ICE, PHEV, dan BEV.
Dari segi interior juga tersedia dua pilihan yaitu 5-seater dan 7-seater.
Harga penawarannya di Tiongkok yang jika dilabeli harga dolar AS mulai dari 9.000-14.200 dolar AS. Itu setara Rp 151.703.300-Rp 238.513.140.
Untuk varian PHEV diklaim punya kemampuan menempuh jarak sampai 1.100 kilometer (WLTP).
Dikabarkan kalau Starlight 560 ini akan muncul perdana di ajang IIMS 2026 pekan depan (5-15/1).
Berdasarkan data pada PDKI (Pangkalan Data Kekayaan Intelektual), muncul nama Eksion yang secara perdana akan dipakai untuk pasar Indonesia.
Calon SUV andalan Wuling itu dikabarkan jadi pengganti Wuling Almaz yang sudah rilis di pasar mobil nasional sejak tahun 2019.
Proyeksi komposisi dimensinya 4.745 mm (panjang), 1.850 mm (lebar), 1.770 mm (tinggi), dan 2.810 mm (wheelbase).
Dari komposisi dimensinya (panjang-lebar-tinggi) akan berhadapan dengan Mitsubishi Pajero Sport (4.840, 1.815, 1.835), juga akan berdampingan dengan Toyota Fortuner (4.795, 1.855, 1.835).
SUV dengan komposisi dimensi yang serupa juga ada Jetour T2 (4.785, 2.006, 1.880), selain itu ada juga Ford Everest Next-Gen (4.194, 2.207, 1.841), termasuk BAIC BJ40 (4.645, 1.925, 1.871), maupun GWM Haval H6 HEV (4.683, 1.886, 1.730).
Dari sosok-sosok yang sudah hadir tadi punya rentang harga OTR Jakarta mulai Rp 580 jutaan sampai Rp 1 miliaran.
Ini segmen yang sebenarnya tidak terlalu sensitif dengan harga karena salah satu karakter konsumennya yaitu punya loyalitas tersendiri terhadap merek.
Selain itu, jejak rekam soal durabilitas produk serta ketersediaan suku cadang juga jadi perhatian serius pemilik SUV di segmen menengah ini.
Tiga opsi spesifikasi
Meskipun punya peluang besar untuk hadir dengan varian PHEV dan BEV, SUV Wuling yang brau ini punya tiga varian pembangkit daya.
Untuk varian mesin fosil ditenagai mesin 1.500 turbo yang punya potensi daya maksimal 174 hp dengan torsi puncak 290 NM. Pilihan transmisinya otomatik dan manual.
Varian PHEV, diperkuat mesin 1.500 cc turbo dengan tambahan motor listrik di roda depan.
Mesin konvensionalnya sendiri punya potensidaya puncak 105 hp, motor listrinya punya daya puncak 194 hp. Jika memakai tenaga listrik murni, jarak tempuhnya 125 kilometer (CLTC). Kombinasi keduanya dapur pacu akan bisa jangkau jarak tempuh 1.100 kilometer (WLTC).
Untuk varian listrik murni, menggendong motor listrik yang bisa menyemburkan tenaga sampai 134 hp, torsi teratasnya 200 Nm. Tersedia dua opsi baterai lithium iron phosphate; 54.5 kWh dan 56.7 kWh.
Klaim jarak tempuhnya (WLTC) sejauh 450-500 kilometer sekali isi daya listrik. (EW)
