OTODRIVER – Kerja sama Mazda dan Changan telah resmi menelurkan dua produk EV baru, yakni Mazda 6e (EZ-6) dan CX-6e (EZ-60). Bahkan, Mazda 6e sudah resmi diluncurkan di Indonesia pada GIIAS 2026 lalu.
Mengutip Carscoops, kolaborasi ini baru permulaan. Ke depan, akan semakin banyak produk yang 'mbrojol' dari kerja sama strategis ini.
Keberlanjutan
Menurut Direktur Pelaksana Mazda Australia, Vinesh Bhindi, 6e dan CX-6e meluncur tepat ketika harga bahan bakar melonjak akibat konflik di Timur Tengah. Kondisi itu memicu lonjakan permintaan EV. Dari situ, Mazda mulai berbicara dengan Changan tentang model lain yang bisa dijadikan dasar EV mereka berikutnya.
"Konsumen telah mulai menerima EV sebagai pilihan yang layak dalam gaya hidup mereka. Sayangnya, hal ini mungkin dipicu oleh pasokan bahan bakar dan kenaikan harga bahan bakar, karena dampaknya terhadap perekonomian lebih besar," kata Bhindi.
"Kemitraan 20 tahun kami dengan Changan Automotive di Nanjing adalah kemitraan yang kuat. Kami telah mulai membicarakan peluang lain apa yang mungkin ada," tambahnya.
Bhindi tidak menyebutkan bentuk EV Mazda berikutnya. Meski begitu, salah satu kemungkinan yang paling masuk akal adalah SUV listrik yang lebih kecil dari CX-6e.
Model tersebut bisa saja berbasis Deepal S05, yang sudah dijual Changan di Tiongkok selama dua tahun terakhir. S05 memakai platform EPA1 yang sama dengan S07 yang lebih besar. Karena itu, platform ini dinilai bisa dengan mudah diadaptasi Mazda untuk model yang lebih kecil dan lebih terjangkau.
Perlu dicatat, ini baru perkiraan. Mazda belum mengonfirmasi model apa pun, dan pembicaraan dengan Changan disebut masih di tahap awal.
Bukan Sekadar Ganti Logo
Besar kemungkinan metode pengembangan model-model baru tidak akan jauh berbeda dengan dua model yang kini sudah dipasarkan. Berkaca pada jejak yang ada, model-model selanjutnya tidak lahir secara eksklusif dari jalur pengembangan khusus Mazda.
Walau demikian, merek asal Hiroshima ini tidak akan sekadar mengganti logo, melainkan juga memasukkan penyempurnaan serta 'jiwa' Mazda ke dalam produknya. Tim teknik Mazda dari Jepang dan Eropa umumnya dilibatkan dalam pengembangannya.
Bahkan, Chasing Cars (chasingcars.com.au) menyebutkan bahwa Mazda 6e memang menggunakan platform EPA1 milik Changan dan memiliki hubungan teknis sangat erat dengan Deepal SL03/L07. Namun, Mazda merekayasa ulang desain, suspensi, pengendalian, NVH, dan karakter berkendara agar sesuai dengan karakter Mazda. (SS)
