OTODRIVER - Mesin diesel 2GD-FTV menjadi salah satu favorit pada unit produksi Toyota seperti Fortuner, Innova Reborn hingga Hilux Rangga.
Dapur pacu bervolume 2400 cc ini dikenal sebagai salah satu mesin yang cukup efisien, bertenaga dan bandel.
Akan tetapi untuk saat ini Toyota Fortuner diesel justru telah meninggalkannya dan memilih 1GD-FTV. Demikian dengan model-model Toyota lainnya seperti Hiace.
Mengapa demikian?
“Mesin 1GD-FTV sudah terlebih dulu mengalami pengembangan untuk menyesuaikan dengan standar emisi Euro 6 yang saat ini berlaku secara global,” terang sumber Otodriver. “Jadi mobil-mobil yang diekspor atau dibuat untuk dikirimkan ke pasar dunia tidak lagi menggunakan 2GD-FTV yang saat ini masih mengantongi standar emisi Euro 4,” sambung sumber yang tidak mau diungkap identitasnya tersebut.
“Seperti kita lihat mobil yang masih menggunakan mesin 2GD-FTV saat ini umumnya hanya dipasarkan secara terbatas di beberapa negara yang masih menganut standar emisi Euro 4, seperti Indonesia, Thailand dan bahkan India secara jelas mengatakan akan menyudahi pada 2027 melalui distopnya Toyota Innova Crysta di sana,” sambungnya.
Walau demikian ia mengatakan bahwa ada yang sedang dikerjakan pada mesin 2GD itu untuk dipersiapkan spesifikasi standar emisi yang lebih tinggi yakni Euro 6.
Ia pun menambahkan, bahwa kehadiran ‘new 2GD-FTV’ ini diperkirakan bakal terjadi pada 2029 nanti dan salah satunya ditandai dengan penggunaan mesin ini pada Land Cruiser FJ.
“Kelak akan ada varian diesel dengan mesin 2GD-FTV untuk Land Cruiser FJ,” sambungnya.
Mengenai mesin 2GD-FTV itu sendiri pertama kali diperkenalkan pada 2015 silam dan kemudian digunakan pada;
- Toyota Fortuner
- Toyota Hilux
- Toyota Innova ‘Reborn’
- Toyota Hilux Rangga atau Hilux Champ
Sebagai perbandingan, 1GD-FTV digunakan pada 13 kendaraan Toyota seperti Fortuner, Land Cruiser Prado, Land Cruiser 70 series, Hiace, Coaster dan juga dipakai di dunia maritim dengan melalui label Yanmar.
Mengenai upgrade mesin 2GD-FTV ini, sampai berita ini diturunkan, pihak Toyota Indonesia belum memberikan komentarnya.(SS)
