TODRIVER – Jaecoo J8 saat ini menjadi lini flagship tertinggi dari sub-brand dari Chery Group ini. Ia tampil mewah dengan desain eksterior yang macho dan juga punya interior yang cukup modern.
Varian J8 SHS (Smart Hybrid System) ARDIS (All Road Drive Intellegent System) menjadikannya salah satu SUV yang punya kemampuan menjelajah segala medan. Selain itu, varian PHEV menjadi satu yang paling menonjol, di mana model ini dibekali mesin 1.500 cc Turbo dan dipadu dengan tiga motor listrik yang menghasilkan tenaga gabungan sebesar 530 hp dan torsi 650 Nm. Pihak Jaecoo mengklaimnya bisa melaju hingga 1.400 kilometer dan mampu melaju 180 kilometer dalam mode EV.
Dalam mencoba kemampuan SUV ini, kami bergabung dengan komunitas Kagama 4x4 yang menggelar acara perayaan ulangtahun ke 5 dengan acara camping yang digelar di salah satu lereng Gunung Ceremai tepatnya di daerah Pasir Batang, Kuningan, Jawa Barat dan juga overland.
Kemampuan Sempat diragukan
Pada kesempatan ini, kami tidak mencobanya di medan off-road kelas berat, melainkan mengajak SUV bongsor ini untuk overlanding menjelajah jalanan bergunung-gunung di sekitar Gunung Ceremai.
Kami sempat mengajukan syarat dalam mengikuti kegiatan overland. Karena masih mengandalkan ban yang notabene dikhususkan untuk jalan raya, maka apabila cuaca berubah disiram hujan. Informasi dari survey mengingatkan ada beberapa tempat yang potensial jadi bubur lumpur yang dalam. Kami cukup tahu diri terkait jenis ban kami dan tidak mau memaksakan.
Jika hujan turun, ban kami tidak akan mampu dan bakalan menyusahkan 70 kendaraan yang terlibat dalam acara itu.
Unjuk gigi
Dengan bekal 3 motor listrik yang mampu merangkum daya dan torsi besar, dan juga 7 mode berkendara menjadi salah satu modal kepercayaan diri tersendiri.
Hanya saja pada awalnya, rekan-rekan peserta overland yang rata-rata menggunakan mobil 4x4 sempat meragukan kemampuan J8 mungkin lantaran tampangnya yang sangat mencerminkan ‘mobil perkotaan,’. Posisi kami pun terpaksa ‘nyempil’ ditempatkan di antara mobil-mobil off-road ‘old school’ dengan ban gambot dan postur jangkung.
Teorinya, apabila mobil dengan ‘ban jalan raya’ yang kami tunggangi terkandala saat konvoi overland berlangsung segera dapat dengan mudah dibantu tarik.
Rute melewati jalanan dengan permukaan yang tak rata dan diwarnai dengan tanjakan dan turunan. Walau samar, jalanan aspal masih menyisakan wujudnya, tapi pemandangan batu-batu yang muncul dari bekas jalan yang mengelupas mendominasi perjalanan. Selain itu kami juga melewati jalanan-jalanan tanah yang berdebu saat kemarau seperti saat ini.
Jalan-jalan bergenre off-road yang ada di punggungan bukit yang disebut penduduk setempat sebagai Punggung Naga ini paripurna dilewati.
Obstacle selanjutnya adalah tanjakan curam dengan 7 belokan tajam. Untuk melewati medan tersebut, kendaraan harus diberi jeda waktu dan setiap peserta wajib memantau radio komunikasi.
Sempat ada masalah ketika sebuah SUV 4x4 nampak kuwalahan melahap tanjakan bertubi-tubi itu. Syukurlah kendala dapat segera diatasi.
Tiba giliran J8. Torsi besar membuatnya tanpa effort melahap medan itu, bahkan hanya dengan drive mode diposisikan Eco. Pada tikungan ke 4, ban belakang sempat sedikit kehilangan traksi karena ada pasir yang terserak di atas permukaan jalan. Tapi tidak menjadi kendala berarti dan J8 dapat menyelesaikan acara overland dengan baik.
Off-road Nyaman
Bicara mengenai kenyamanan, J8 ARDIS dilengkapi dengan suspensi pintar continues damping control (CDC). Sistem ini memindai permukaan jalan hingga 100 kali per detik dan menyesuaikan dengan tingkat kekakuan redaman secara otomatis.
Dengan kondisi jalanan saat overland mobil masih terasa cukup nyaman dan mudah dikendalikan.
Tapi tentunya dengan kondisi medan yang dihiasi dengan berbagai obstacle, membuat mobil pun terforsir. Tenaga dan torsi besar pun menyedot setrum jadi lebih giat. Alhasil mesin mobil pun banyak nyala selain untuk bantu menggerakkan mobil dan juga charging.
Jadi Genset Dadakan
Di camping ground Batang Pasir, saya memilih posisi paling pojok. Tujuannya bisa menikmati pemandangan hutan, ladang dan juga Danau Darma yang nampak dari kejauhan. Sayangnya, lokasi yang kami pilih belum terjangkau jaringan catu daya listrik dari pengelola camping ground.
Tapi tenang, sistem V2L (Vehicle to load) dari J8 jadi penolong. Melalui fitur ini kami bisa menggunakan magic jar untuk membuat nasi dan sekaligus untuk menyalakan lampu. Walau pada akhirnya pihak pengelola memfasilitasi untuk memasang lampu untuk menerangi lokasi paling pojok ini, namun tetap saja kegiatan membuat nasi dan air panas (dengan pemanas listrik) tetap mengambil daya dari J8 yang punya kemampuan 6.6 kW.
Kesimpulan
Jaecoo J8 SHS ARDIS merupakan sebuah mobil yang bisa dihandalkan untuk melakukan kegiatan outdoor. Fitur V2L-nya cukup membantu memberikan catu daya untuk kegiatan camping ataupun kegiatan outdoor lainnya.
Sedangkan untuk off-road, J8 ARDIS ini cukup mumpuni walau bukan kategori off-road berat, masih cukup nyaman untuk menjelajah medan yang ada.
Namun beberapa hal, seperti ground clearance dengan tinggi 190 mm terasa kurang tinggi sehingga beberapa kali bagian bawah sempat menyerempet batuan di bawah kabin.
Selain itu, walau diklaim mampu menempuh jarak 1.400 km untuk sekali pengisian penuh bensin dan listrik, akan tetapi jika digunakan untuk off-road maka tidak akan sesuai dengan klaim. J8 merupakan mobil besar, berat dan sekaligus punya output besar. Jadi wajar jika penggunaan daya listrik ataupun bensinnya besar.(SS)
