OTODRIVER – Perangkat telematika pada kendaraan kini bukan lagi sekadar alat untuk mengetahui posisi armada. Data yang dikumpulkan dari kendaraan bisa digunakan untuk melihat cara mengemudi, kondisi kendaraan, hingga mendeteksi potensi risiko di jalan.
Salah satu yang menawarkan fungsi tersebut adalah Geotab. Perusahaan asal Kanada ini mengembangkan solusi connected fleet intelligence yang menggabungkan data kendaraan, GPS, perilaku pengemudi, hingga video dalam satu sistem.
Menurut Alvin Santoso, Business Development Manager Geotab Indonesia, fungsi tersebut menjadi tahap lanjutan dari teknologi GPS.
“GPS memberikan kemampuan bagi operator armada untuk mengetahui posisi kendaraan mereka. Tahap berikutnya adalah memahami apa yang terjadi di sekitar kendaraan, bagaimana kendaraan tersebut dikemudikan, dan tindakan apa yang perlu dilakukan,” ujar Alvin dalam diskusi media di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Alvin mengatakan sebenarnya Geotab dapat didisplay di semua jenis kendaraan baik lama ataupun modern. Tapi untuk kendaraan modern yang sudah dilengkapi dengan OBD (On-Board Diagnostics) bakal menerima manfaat yang jauh lebih besar dan akurat. Hal ini disebabkan perangkat ini akan terintergrasi dengan ECU kendaraan.
Sistem Geotab terdiri dari beberapa perangkat dan platform. Salah satunya GO9, perangkat telematika yang merekam data seperti posisi GPS, peristiwa berbasis g-force, serta informasi kondisi mesin dan baterai kendaraan.
Data tersebut kemudian masuk ke platform MyGeotab untuk dianalisis oleh pengelola armada. Dari sini, operator dapat melihat berbagai informasi terkait kendaraan dan pengemudi, termasuk pola berkendara yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
Geotab juga menawarkan GO Focus Plus yang menambahkan kamera dan teknologi AI. Perangkat ini dapat memberikan konteks video serta mendeteksi sejumlah perilaku berisiko, seperti distraksi pengemudi, kelelahan dan tailgating. Sistem pada peranti Geotab ini akan memberikan peringatan melalui voice alert untuk mengingatkan langsung pada pengemudi.
Geotab juga memanfaatkan AI untuk membuat data tersebut lebih mudah digunakan. Melalui Geotab Ace, pengelola armada dapat mengajukan pertanyaan menggunakan bahasa sehari-hari untuk mendapatkan informasi mengenai keselamatan pengemudi, kondisi kendaraan maupun utilisasi armada.
Manfaatnya sudah dirasakan salah satunya oleh Aerotrans, operator transportasi darat Garuda Indonesia Group yang menghubungkan lebih dari 250 kendaraan dengan Geotab sejak 2024.
Implementasi tersebut membantu Aerotrans mencapai skor keselamatan armada 89%, sekaligus menurunkan kejadian pengereman mendadak 57%, akselerasi agresif 66% dan waktu idle 22%.
“Kami mencari solusi yang dapat berkembang seiring dengan pertumbuhan bisnis dan operasional kami, serta mampu menyediakan insight secara real-time. Geotab menghadirkan platform yang selaras dengan nilai kami, terutama dalam hal presisi dan keselamatan,” ujar Kadek Bayu Temaja, Direktur Aerotrans.
Dengan pendekatan ini, Geotab mencoba mengubah fungsi telematika dari sekadar melacak kendaraan menjadi memahami bagaimana kendaraan digunakan. Data yang terkumpul kemudian menjadi dasar untuk meningkatkan keselamatan sekaligus menekan biaya operasional armada. Mengenai Geotab itu sendiri merupakan perusahaan asal Kanada yang telah beroperasi selama 26 tahun. Di Indonesia, Geotab mulai hadir sejak 2023 dan kini digunakan oleh berbagai sektor yang mengoperasikan armada kendaraan.(SS)
