OTODRIVER- Jaecoo J5 secara mengejutkan telah menarik perhatian pasar EV di tanah air. Menurut data yang disampaikan Jaecoo Sales Indonesia, pemesanan J5 telah tembus lebih dari 12.000 unit per Desember 2025 silam.
Pencapaian penjualan J5 ini berada di luar dugaan pihak Jaecoo. Dan untuk memenuhinya, PT Chery Sales Indonesia (CSI), perusahaan induk Jaecoo pun juga telah melakukan langkah antipasti dengan menggandeng pabrik Mercedes-Benz di Wanaherang, Bogor.
Fasilitas yang dimiliki oleh PT Inschape Indomobil Manufacturing Indonesia ini akan menjadi lokasi perakitan kedua bagi J5.
“Langkah ini ditempuh untuk memenuhi pemesanan J5 yang membludag dan juga sebagai strategi PT Chery Sales Indonesia,” terang President Director Chery Group , Zhen Shuo, saat ditemui di acara handover Chery J5 di PIK2, Sabtu (24/01/2026)
Menurutnya, produk J5 sudah mulai dirakit di Wanaherang sejak Januari 2026 ini.
“Langkah ini untuk mengantipasi inden yang terlampau lama dan juga menjaga kestabilan produksi J5 itu sendiri,” jelasnya lebih lanjut.
Namun ia belum bersedia membuka apakah kerjasama ini akan berlanjut ke produk-produk Chery Group lainnya. “Saat ini belum bisa berkomentar. Namun kami berharap bisa tetap bersinergi ke depannya,” sambungnya.
Ia menambahkan bahwa produk yang diproduksi di fasilitas Wanaherang itu memiliki standar kualitas yang sama dan sebelumnya pihaknya telah melakukan penyesuaian dan training khusus dalam mendapatkan standarisasi produk.
Jaecoo J5 mulai diperkenalkan pada pertama kali di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 silam dan harga resminya diumumkan pada November 2025.
BEV pertama Jaecoo di Indonesia ini punya dua varian yang dibuka dengan harga Rp 249,9 juta untuk versi Standar dan Rp 299,9 juta untuk Premium.
Harga ini lebih rendah dibandingkan dengan harga perkenalan yang berada di rentang harga Rp 350-450 jutaan. Ia pun langsung mendapat antusias oleh pasar dalam negeri.
J5 EV dibekali motor listrik bertenaga 155 kW atau setara 210 PS dengan torsi puncak 288 Nm. Tenaga ini disalurkan ke roda depan atau dengan sistem penggerak FWD (front wheel drive).
Baterainya berkapasitas 60,9 kWh yang memungkinkan kendaraan bergerak sejauh 461 km dalam sekali pengisian daya dan berdasarkan standar NEDC. Kemampuan pengisian cepat 130 kW membuat waktu pengisian daya dari 30 hingga 80 persen dapat dilakukan dalam waktu 28 menit.
Dengan harga Rp 50 juta lebih tinggi, varian Premium dibekali dengan fitur yang lebih lengkap mulai dari panoramic roof, tailgate, material jok kulit sintetis, pengaturan kursi dilakukan secara otomatis, terdapat ventilated seat, sistem hiburan layar sentuh berukuran 13,2 inch Full HD, 8 speaker, dan 64 pilihan warna ambient light.
Sedangkan J5 Standard menggunakan material jok fabric, pengaturan kursi dilakukan secara manual, sistem hiburannya mengusung layar sentuh berukuran 9 inch, dan hanya tersedia 2 speaker. (SS)
