Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Ford Caplok Pabrik Suzuki Di Thailand

Pabrik eks Suzuk ini akan menjadi fasilitas manufakturing ke tiga Blue Oval di Thailand.
Berita
Kamis, 29 Januari 2026 07:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko
Ford Logo (Foto :otodriver)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Menurunnya performa Suzuki di Thailand, berujung pada ditutupnya operasi pabrikan berlogo S itu di Negeri Gajah Putih pada akhir 2025 silam.

Seperti dilansir dari Asia Nikkei, sebagai tindak lanjut, Suzuki akan menjual pabrik perakitan Rayong miliknya kepada Ford Motor. Perjanjian penjualan telah ditandatangani antara Suzuki dan Ford, dengan transfer lahan dan aset diharapkan selesai dalam beberapa bulan.

Laporan dari  Autoindustriya, Ford dan Suzuki telah menyepakati penjualan fasilitas seluas 66 hektar tersebut, senilai USD 3,9 miliar, yang akan dibayarkan oleh Ford selama periode 30 tahun.

Akuisisi pabrik Suzuki di Rayong oleh Ford memberikan tambahan ruang pabrik seluas 65.000 meter persegi. Posisinya yang tepat di sebelah pabrik Ford yang sudah ada memberikan Ford keuntungan operasional utama, yang memungkinkan integrasi dan ekspansi di masa depan dengan mudah tanpa biaya dan penundaan pembangunan fasilitas baru dari awal.

BACA JUGA
 Ranger jadi salah satu produk Ford yang diproduksi di Thailand

Langkah ini menunjukkan komitmen jangka panjang Ford terhadap kawasan ASEAN, dan Thailand khususnya, sebagai pusat ekspor utama. 

Sebelumnya Ford sudah memiliki dua fasilitas manufakturing di Rayong yakni AutoAlliance Thailand yang merupakan patungan dengan Mazda (70% dimiliki Ford) dan Ford Thailand Manufacturing (FTM).

Di kedua lokasi ini Ford sudah memproduksi lebih dari 270.000 unit Ranger dan Everest, di mana sekitar 90% diekspor ke pasar luar negeri di seluruh Asia Tenggara, Oseania, dan destinasi penting lainnya.

Walau demikian, bukan berarti merek Suzuki lantas hilang dari pasar Thailand. Brand ini masih menjual beberapa produk yang diimpor dari berbagai negara, termasuk Suzuki XL7 dan Carry yang dikirim dari Indonesia. (SS)


Tags Terkait :
Ford Suzuki
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Nissan Tekton, SUV Compact Dengan Karakter Patrol

Untuk pasar Australia akan hadir dengan nama Renault Duster.

1 bulan yang lalu


Truk
GIICOMVEC 2026 Mengalami Kenaikan Jumlah Pengunjung

Segmen kendaraan komersial jadi indikator kondisi industri otomotif nasional.

4 bulan yang lalu


Truk
Di GIICOMVEC 2026 Ada Demo Area Untuk Impresi Pertama Pengunjung

Membantu memastikan kesesuaian kebutuhan operator dengan spesifikasi armada yang tersedia.

4 bulan yang lalu


Truk
GIICOMVEC 2026 Diramaikan Partisipan Baru

Ajang paling solutif di segmen kendaraan komersial tahun ini siap dihadirkan.

5 bulan yang lalu


Terkini

Van
Chery Membuat Van Tenaga Listrik Yang Dinamakan Delivan

Dalam pemasarannya akan masuk kawasan Eropa terlebih dahulu.

5 jam yang lalu


VIDEO: Crash Test Leapmotor B05 (Euro NCAP)

Leapmotor B05 kembali membuktikan keselamatannya.

Berita | 5 jam yang lalu


Berita
Beberapa Unit Tesla Model Y Alami Ambles Suspensi Belakang

Tesla Model Y L, SUV enam penumpang yang diproduksi di Gigafactory Shanghai, China, tengah menjadi sorotan.

6 jam yang lalu


Berita
Zeekr 7X Bakal Gendong Baterai 85 kWh dan Tenaga Hampir 500 Hp

Zeekr 7X bakal mendapat pembaruan signifikan. Begini spesifikasinya.

7 jam yang lalu


Berita
Hasil Riset Audi, Konsumen Kaya Tetap Mau Mobil Yang Berisik

Pihak Audi akan membuat kompromi produk dengan mesin fosil dan sistem plug-in hybrid.

8 jam yang lalu