OTODRIVER - Pekan ini (2/9/2026), Mitsubishi Pajero terbaru dihadirkan lagi setelah 20 tahun pamit dari pasar. Tentu saja kehadirannya lagi mengundang suara pro dan kontra.
Ada anggapan yang menyebutkan bahwa SUV legendaris itu tidak dramatis penampilan barunya, jika dibandingkan sejumlah nama yang bakal jadi pesaing sekelasnya seperti Land Cruiser 200 maupun Ford Everest.
Namun dalam sesi perkenalan secara global, Direktur Desain Mitsubishi Motors, Norihiko Yoshimine, seperti dikutip dari laman Response, menerangkan rangkaian cerita yang diadaptasi pihaknya dalam menghadirkan lagi sebuah Pajero yang baru.
Yoshimine-san menggaris bawahi proses desain ulang atas Pajero didasarkan filosofi soal Pajero-ness yang menjadi gambaran awal soal sosok dan karakter Pajero sejak awal muncul di tahun 1982 hingga 2006.
Filosofi tersebut yang kemudian mengiringi tim desain Mitsubishi untuk disiplin dalam perspektif bernama evolusi orisinal atas SUV yang akan rilis perdana di Thailand bulan Oktober nanti tersebut.
Soal orisinalitas itu mengacu pada semangat Pajero yang lahirnya di Jepang, menciptakan karakter yang tersendiri dibandingkan produk lainnya. Kemudian makna dari kata evolusi adalah menghubungkan semangat muncul saat periode awal Pajero dengan masa depan.
Sementara itu, dari sudut pandang kebaruan, tema Grand Charisma, adalah aura yang ingin ditonjolkan dari sebuah Pajero terbaru. Berdasarkan penuturan lanjutan dari Yoshimine-san mengandung makna kendaraan untuk petualang yang bisa dilakukan dengan tenang sambil menatap ke masa depan dan sekaligus menikmati tantangan masa depan itu sendiri.
Ditegaskannya pula bahwa Pajero terbaru bukanlah model yang hanya meniru desain model Pajero namun merupakan penegasan bahwa sebuah Pajero telah kembali ke pasar dengan identitas serta karakter yang baru sama sekali.
Identitas historis pada pilar C
Secara desain proses pengembangan Pajero kali ini dilalui melalui proses yang disebut sebagai evolusi yang unik. Bisa dicermati dari kontor eksterior berupa bentuk persegi panjang. Desain itu merupakan benang merah yang menghubungkan karakter eksterior sejak Pajero muncul berpuuh tahun lalu.
Pilar C yang punya detail khusus merupakan simbol keberlanjutan dari karakter desain SUV yang akan mulai dijual untuk pasar Jepang pada bulan Desember 2026 itu.
Tadinya posisi pilar C itu merupakan roll bar pada bodi Pajero generasi pertama, kemudian direkonstruksi ulang menjadi pilar C yang tebal
Siluet pada ruang roda juga merupakan titik karakter khas Pajero yang memvisualisasikan potensi performanya sebagai SUV lintas medan.
Detail lain yang klasik ada pada bagian belakang, pintu bagasi mengadopsi motif desain heksagonal yang mengingatkan pada ban serep yang dipasang di belakang pada model Pajero sebelumnya.
Bagian bonnet juga mencirikan karakter budaya tradisional Jepang, ada siluet topeng bela diri khas Jepang bernama Kendo di situ. Masih menurut Norihiko Yoshimine area tersebut simbol ketenangan dan keteguhan serta kepercayaan diri yang tak tergoyahkan dengan rasa nyaman yang disarikan dari makna otentik sebuah seni bela diri Jepang.
Secara teknis karakter bonnet khas Mitsubishi terbaru yang berjuluk Dynamic Shield itu merupakan garis yang terintegrasi ke dalam detail eksterior maupun interior.
Tersedia dua jenis gril, berdasarkan varian yang disediakan, ada yang modelnya horizontal yang mengekspresikan ketelitian pengerjaan Jepang. Satu lagi berdesain ala sarang lebah yang membangkitkan rasa keindahan fungsional dan kekuatan. (EW)
