Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Ban Mobil Listrik Dirancang Punya Sidewall Lebih Kuat, Ternyata Ini Alasannya

Ban mobil listrik dibuat dengan dinding (side wall) yang lebih kokoh dan kuat.
Berita
Senin, 21 September 2026 15:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko
Sidewall ban EV pada Ioniq 5 (Foto : Otodriver)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Mobil listrik ternyata tidak hanya memiliki karakter berbeda pada sistem penggeraknya. Bagian yang bersentuhan langsung dengan jalan, yakni ban, juga mendapat perhatian khusus.

Sejumlah ban yang dirancang untuk mobil listrik (EV) memiliki konstruksi sidewall atau dinding samping yang lebih kuat dan kaku dibandingkan ban mobil konvensional. Hal ini bukan sekadar klaim produsen, tetapi memang berkaitan dengan karakter kendaraan listrik.

Mengutip bridgestone.co.uk, baterai membuat bobot mobil listrik meningkat secara signifikan. Beban tambahan tersebut membuat ban membutuhkan konstruksi yang lebih kuat, termasuk reinforced sidewall, agar mampu menopang bobot kendaraan.

Masalahnya tidak berhenti pada bobot. Bridgestone juga menyebut motor listrik mampu menghasilkan torsi secara instan sejak putaran awal. Kondisi ini membuat akselerasi memberikan beban lebih besar pada ban dan dapat mempercepat keausan.

BACA JUGA

Senada dengan hal itu Michelin menjelaskan bahwa kombinasi bobot dan torsi tersebut membuat ban EV membutuhkan kekakuan lateral (lateral rigidity) yang lebih tinggi. Tujuannya adalah mempertahankan respons kemudi dan grip, serta mengendalikan keausan ban.

Menyitat dari laman michelin.co.id, selain konstruksi yang lebih kuat, ban EV juga biasanya dirancang dengan hambatan gelinding (rolling resistance) rendah. Ini penting karena setiap deformasi ban ketika berputar membutuhkan energi. Semakin kecil energi yang terbuang, semakin efisien penggunaan energi baterai.

Sidewall EV harus lebih kokoh salah satunya karena bobot kendaraan yang berat. (Foto : otodriver)

Michelin bahkan menyebut ban dengan rolling resistance lebih rendah dapat menambah jarak tempuh mobil listrik. Dalam studi internalnya, Michelin membandingkan Pilot Sport EV (6,7 kg/ton) dengan Pilot Sport 4 SUV (8,8 kg/ton). Selisih 2,1 kg/ton itu setara dengan tambahan jarak tempuh lebih dari 60 km, atau di atas 10 persen, pada mobil listrik seberat 2.151 kg dengan jarak tempuh awal 540 km.

Ada satu karakteristik lain yang ikut diperhatikan, yaitu kebisingan. Mobil listrik jauh lebih senyap karena tidak memiliki suara mesin pembakaran. Akibatnya, suara ban yang bergesekan dengan aspal menjadi lebih terdengar di dalam kabin.

Karena itu, beberapa ban EV juga menggunakan material peredam suara. Michelin, misalnya, menawarkan teknologi Acoustic pada Pilot Sport EV berupa busa poliuretan di sisi dalam ban, yang diklaim mengurangi kebisingan yang dirasakan di kabin sekitar 20 persen berdasarkan pengukuran internalnya.

Jadi, ban mobil listrik bukan hanya dibuat lebih kuat. Dengan bobot baterai yang besar dan karakter torsi yang instan, produsen harus menemukan keseimbangan antara kemampuan membawa beban, kekakuan sidewall, grip, ketahanan aus, rolling resistance, dan tingkat kebisingan. (SS)


Tags Terkait :
S
Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Artikel Terkait









Terkini

Terkini