Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Double Cabin BYD Resmi Dirilis, Berjantung Pacu Plug-In Hybrid

BYD Shark atau double cabin lansiran BYD resmi muncul di situs resmi BYD Mexico.
Berita
Selasa, 21 Mei 2024 06:00 WIB
Penulis : Aditya Widiutomo


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - BYD Shark atau double cabin lansiran BYD resmi muncul di situs resmi BYD Mexico. Mobil ini resmi meluncur pada 14 Mei 2024 lalu di negara tersebut.

Mobil ini hadir Sesuai dengan perkiraan dan spy shot sebelumya. Seperti di bagian depannya, tampak desainnya seperti pikap-pikap khas Amerika Serikat berkat penggunaan lampu utama berbentuk kotak yang berjejer atas bawah. Kemudian di bagian depan, grill memiliki dimensi yang besar dengan terpampang lambang BYD yang tegas di bagian ini.

Bagian belakang BYD Shark

Geser ke bagian interiornya, tampak modern dan mencolok dengan layar headunit ukuran besar dan setir palang empat yang kokoh. Kabarnya, mobil ini juga akan mendapat fitur Head-Up Display (HUD). Menurut bocoran, mobil pikap double cabin BYD ini akan mendapatkan fitur suspensi aktif hidrolik dan teknologi AR-HUD dari Huawei.

Sementara untuk jantung pacunya, Shark dibekali dengan mekanisme Plug-in Hybrid. Jantung pacunya ini meliputi mesin bensin 1.500 cc turbo dengan motor listrik. Tenaga mesin yang dihasilkan mencapai 430 hp.

BACA JUGA

Mesin dan motor listriknya ini didukung oleh baterai dengan kapasitas yang terbilang besar, yakni 29,58 kWh. Sehingga, dengan model elektrik penuh, double cabin ini mampu menjelajah sejauh 100 km menurut pengetesan NEDC. (AW).

Interior BYD Shark

Tags Terkait :
BYD Shark
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Extended Range Electric Vehicle Jadi Trend Baru Kendaraan Bersasis Tangga

EREV sasis tangga trend baru untuk SUV dan pikap off-road berat. China pelopori dengan Yang Wang U8, diadopsi Ford, RAM, Hyundai, serta Kia.

1 minggu yang lalu


Pikap
Mengenal Lebih Dekat JAC Trekker T90 EV, Pionir Dobel Kabin EV Di Indonesia

Spesifikasi JAC Trekker T90 EV, pionir dobel kabin listrik di Indonesia: 4x4 ganda motor 220 kW, baterai 88 kWh, jarak 344 km, drive mode off-road.

2 minggu yang lalu


Berita
BYD Siapkan Pikap Yang Jadi Pesaing Stelantis Dan Chevrolet

BYD diketahui tengah melakukan ekspansi menyasar produksi pikap berukuran menengah.

4 bulan yang lalu


Berita
BYD Siapkan Mesin Boxer Untuk Mobil Hybridnya

BYD siapkan mesin boxer hybrid untuk mobil Range Extender (REEV). Mesin ini akan berfungsi sebagai generator dan diklaim sangat senyap.

4 bulan yang lalu


Terkini

Tips
Konsumsi BBM Dengan RON Lebih Rendah Dipandu Buku Manual

Pabrikan Hyundai dan Toyota tekankan RON minimal buku manual mobil sebagai panduan konsumsi BBM aman, hindari risiko mesin di tengah harga naik.

2 jam yang lalu


Pikap
KIA Indonesia Serius Jajaki Untuk Hadirkan Double Cabin Tasman

Kia Indonesia rencanakan Kia Tasman rilis Indonesia 2027 sebagai double cabin pikap sasis tangga. Model ini saingi Hilux di tengah harga diesel naik.

2 jam yang lalu


Berita
Girboks Manual Masih Punya Potensi, KIA Agendakan Kehadiran Carens Manual

KIA Sales Indonesia agendakan KIA Carens transmisi manual Indonesia untuk daerah pegunungan dan pelosok. Varian manual tawarkan harga lebih kompetitif.

18 jam yang lalu


Berita
GWM Buka Dealer Ke 18 Di Kawasan PIK

GWM membuka dealer ke-18 di kawasan PIK, Jakarta Utara, dioperasikan PT Wahana Wirawan. Dealer GWM PIK hadir dengan fasilitas 3S lengkap untuk sales, service, dan sparepart.

19 jam yang lalu


Bus
Beban Subsidi Makin Besar, Tarif Transjakarta Bisa Naik

Wacana kenaikan tarif Transjakarta mengemuka akibat subsidi APBD membengkak hingga Rp9.000-10.000 per penumpang. Pendapatan tiket hanya tutup 14% biaya operasional.

19 jam yang lalu