Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Membentuk Industri Pasar Kendaraan Listrik Bekas

Salah satu hal perlu diperhatikan adalah pasar mobil listrik bekas ini, agar mobil listrik berkembang
Berita
Minggu, 3 Desember 2023 10:00 WIB
Penulis : Gemilang Isromi Nuar


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan kendaraan listrik telah meningkat secara dramatis di seluruh dunia. Kemunculan kendaraan listrik sendiri mempunyai dampak besar pada industri otomotif.

Di Indonesia, pemerintah telah mendorong penciptaan ekosistem kendaraan listrik melalui penciptaan pasar dengan memberikan insentif kendaraan listrik. Salah satu hal perlu diperhatikan adalah pasar mobil listrik bekas ini, agar mobil listrik berkembang di Indonesia sehingga masyarakat bisa memikirkan kembali harga jualnya sebelum memboyong sebuah kendaraan. 

Namun, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno mengakui saat ini belum terbentuk pasar kendaraan listrik bekas. "Soal second hand market dalam pasar mobil listrik bekas, masih belum ada. Jadi kita nggak tahu. EV ini bagus menurut saya dan juga penting, tapi ekosistemnya itu betul-betul harus kita matangkan,” kata Eddy di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurutnya untuk meciptakan sebuah industri berkelanjutan mobil listrik ketersediaan SPKLU, layanan servis dan aftersales mobil listrik harus ada. "Jangan sampai kita misalnya melakukan perjalanan dari Jakarta ke Surabaya, terus isi baterai di SPKLU (ternyata) nunggunya (sampai) dua jam,” ujar Eddy.

BACA JUGA

Jumlah SPKLU di Indonesia saat ini sudah mencapai 854 unit, tersebar di 577 lokasi. Namun jumlah itu tak sepadan dengan jumlah mobil listrik yang beredar di Indonesia.

Kendaraan listrik sendiri masih dianggap sebagai moda transportasi baru, meskipun sudah ada yang menjual mobil bekasnya, tapi masih belum banyak tersedia. Untuk harganya, mobil bekas ini lebih tinggi depresiasinya dibandingkan versi konvensional.

"Kendaraan konvensional depresiasinya adalah 25 persen di tahun pertama. Tetapi pada mobil listrik mencapai 35 persen meski usianya masih muda. Mobil listrik juga masih memilik kekhawatiran karena stasiun pengisian ulang yang belum sebanyak seperti SPBU," ujar Head Fleet and Auction JBA Indonesia, Willy Willim di Kota Tanggerang, Selasa (29/11).

Ditambah para pemain kendaraan bekas masih takut akan baterai kendaraan yang merupakan komponen termahal di mobil listrik. "Harga baterai itu sekitar setengah dari mobil ya dan garansinya cuma delapan tahun. Sehingga orang harus mengukur usia kendaraan dari sana," ungkap Willy.

Dari sisi produsen mobil listrik yaitu Wuling menanggapi soal masih turunnya harga mobil listrik bekas ini. Menurutnya pasar kendaran mobil listrik bekas akan meningkat dan banyak peminat. "Yang jelas,pasar mobil listrik secara keseluruhan akan menigkat, terlihat dari tren tahun 2022 maupun 2023 yang menunjukkan peningkatan lebih dari dua kali," ujar Brand & Marketing Director Wuling Motors, Dian Asmahani saat dihubungi OtoDriver, beberapa waktu silam. 

Ia juga menambahkan, banyak faktor yang mempengaruhi mobil listri bekas saat ini seperti kondisi kendaraan, tahun produksi, dan permintaan pasar.

"Sebenarnya harga Air EV bekas tidak turun jauh, jika dilihat bahkan mobil listrik menunjukkan tren penurunan nilai yang lebih lambat. Hal ini sebagian disebabkan oleh permintaan yang meningkat untuk kendaraan yang ramah lingkungan," ujar Dian. (GIN)


Tags Terkait :
Mobil Mobil Listrik Mobil Listrik Bekas
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Toyota : Mengurangi Emisi Tidak Hanya Lewat Produk Mobil

Upaya sinergis dari semua proses produksi juga termasuk usaha reduksi emisi

9 bulan yang lalu


Berita
Toyota Rilis Hydrogen Refueling Station, Wujud Peran Transisi Energi Yang Ramah Lingkungan

Toyota Indonesia resmikan fasilitas Hydrogen Refueling Station (HRS) di xEV Center Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Karawang Plant 3, Karawang, Jawa Barat

9 bulan yang lalu


Berita
PLN dan Pertamina Sedang Bangun SPBU Hidrogen, Kapan Ada Kendaraanya di Indonesia?

PT Pertamina (Persero) dan PLN juga sedang membangun SPBU hidrogen atau yang punya nama resmi hydrogen refueling Station (HRS).

1 tahun yang lalu


Berita
Mobil Bahan Bakar Bakar Hidrogen Lebih Murah, Tapi Ada Kendala

Untuk biaya penggunaan bahan bakar hidrogen lebih murah dibandingkan biaya untuk penggunaan BBM dan listrik

1 tahun yang lalu


Terkini

First Drive
FIRST DRIVE: Geely EX2 Pilihan Menarik EV Entry Level

Geely EX2 menjadi salah satu mobil listrik yang baru saja hadir di Indonesia.

2 jam yang lalu


Berita
Lambang Flying Lady Milik Rolls-Royce Dulunya Adalah Tutup Radiator

Rolls-Royce jadi pabrikan mobil pertama yang menjadikan ornamen pada tutup radiatornya sebagai maskot.

8 jam yang lalu


Berita
Dealer Geely Bakal Layani Konsumen Aletra

Geely saat ini tengah mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

9 jam yang lalu


Berita
Changan Akan Hadirkan Produk DI IIMS 2026 Meskipun Tanpa Insentif Mobil Listrik

Targetkan buka 20 dealer baru tahun ini

10 jam yang lalu


Berita
Dari Insiden CV Joint Lepas L8, Apa Yang Sebenarnya Terjadi?

Insiden rusaknya CV joint Lepas L8 saat media test drive Driving Control Challenge. Apa yang sebenarnya terjadi?

21 jam yang lalu