Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Mencoba Sleeper Bus Yogya-Jakarta, Nyaman Dan Tak Pegal

Perjalanan sekitar 11 jam lebih, bisa dinikmati dengan tidur lebih nyenyak di dalam bus dengan sasis Hino R260 itu.
Berita
Minggu, 2 Januari 2022 14:00 WIB
Penulis : Benny Averdi


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Dengan memesan tiket secara online dari Jakarta beberapa hari sebelumnya, kami pun berangkat dari Terminal Jombor, Sleman, Yogyakarta pada tanggal 30 Desember lalu. Pada Agen bus PO Handoyo, telah disediakan pesanan tiket seharga Rp 350 ribu itu dengan Sleeper Bus sesuai jadwal.

Meski sudah mengantongi surat keterangan hasil swab antigen 1x24 jam sebelumnya, pada kenyataannya tak ada pemeriksaan di Terminal seluas 9.200 m2 itu. Ya, sudahlah, yang penting prokes tetap dijaga, seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan serta menghindari kerumunan.

Memang, ketika itu tak terdapat kerumunan seperti pada terminal bus pada umumnya, semua duduk di agen dengan menjaga jarak, hingga bus pun datang.

Bus yang ditunggu-tunggu pun datang, dengan menggunakan bodi Legacy SR-2 dari karoseri Laksana, bus dengan sasis Hino R260 itu pun siap membawa kami menuju Jakarta. Beberapa penumpang pun beranjak naik dan menempatkan barang di bagasi, meski sebagian penumpang lain tetap membawanya ke dalam kabin, karena kecil dan tidak terlalu banyak.

Sesaat setelah menaiki tangga ke dalam kabin, awak bus pun memberikan kantung plastik, guna menyimpan sepatu. Hal ini diperlukan agar kebersihan kabin tetap terjaga.

Kami pun menuju bangku yang sesuai dengan tiket, yaitu di 3B. Posisinya berada di baris ketiga di bagian bawah.

Kesan pertama memasuki ‘ruang’ duduk ini sangat baik, bangkunya empuk bisa disetel kemiringannya hingga 150 derajat, serta ruang kaki yang cukup luas untuk orang dengan tinggi 170 cm.

Terdapat tirai penutup, baik di kaca jendela, maupun di samping lorong, sehingga privacy penumpang lebih terjaga. Namun, tak ada penyimpanan barang seperti bus pada umumnya yang berada di sisi plafon. Barang bawaan bisa ditaruh pada bagian kaki, juga di sisi dekat jendela yang memiliki ‘meja’ yang cukup untuk menempatkan tas kecil atau tentengan lain.

Setiap kabin ini, memiliki outlet AC serta fasilitas USB port untung pengisian baterai hp atau gadget lain. Bahkan ada pula soket listrik AC yang bisa digunakan.

Bus berangkat sekitar pukul 14.30 dari Terminal Jombor, lantas sesekali menuju beberapa terminal lain, seperti di Magelang dan Temanggung untuk menjemput penumpang. Setelah itu langsung meluncur kembali.

Duduk di bangku ini terasa nyaman, kaki bisa selonjoran, tubuh pun bisa lebih rebah tanpa khawatir mengganggu penumpang lain, karena diberikan jarak dan sekat yang cukup antarbangkunya.

Sekitar pukul 19.00, bus tiba di kawasan tol Semarang-Batang, Gringsing, Jawa Tengah, untuk istirahat dan makan malam. Seluruh penumpang sebelumnya sudah memegang kupon servis makan (gratis) di Rumah Makan Jaya Giri itu. Oya, sebelumnya, penumpang pun mendapatkan snack dan air minum botol.

Pukul 20.00 bus pun menuju Tol Jawa dan melanjutkan perjalan hingga tiba di Lebak Bulus, Jakarta Selatan pukul 01.15.


Tags Terkait :
Sleeper Bus Handoyo
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Bus
Desain Bodi Bus Mesin Depan Ala Laksana

Tepis mitos bus mesin depan tidak ‘layak’ jadi bus mewah

1 tahun yang lalu

Bus
Inilah Bus Sleeper ‘Pertama’ Di Indonesia

Kini desain sleeper sudah beragam detailnya

1 tahun yang lalu


Bus
Mau Pergi Ke Surabaya, Ini Daftar Busnya…

Bus terakhir ‘angkat jangkar’ pukul 21.00

2 tahun yang lalu


Bus
Bodi “Combi” Laksana, Satu Model Bus Dua Kelas Fasilitas

Bisa jadi opsi menambah penumpang segmen premium

2 tahun yang lalu


Berita
Melihat Langsung Suites Combibus Family Series Dari Kolaborasi Sinar Jaya-Laksana

Konsep terbaru di dunia bus Indonesia, dengan menggabungkan bus reguler dengan Suites Class.

3 tahun yang lalu


Berita
Luncurkan Bus Terbaru, Sambut 45 Tahun Karoseri Laksana Di Indonesia

Kejutan dengan meluncurkan bus terbaru dan lini motorhome, menandai eksistensi 45 tahun perusahaan karoseri asal Ungaran, Semarang, Jawa Tengah itu.

3 tahun yang lalu


Berita
Sleeper Bus, Diakui Kenyamanannya Tapi Diragukan Keamanannya

Menjadi alternatif perjalanan satu malam yang mengutamakan kenyamanan bagi penumpang, ternyata tak serta merta membuat sleeper bus 100 persen aman. Banyak juga kisah pilu dari 'hotel berjalan' ini.

5 tahun yang lalu


Berita
Lika-liku Sleeper Bus di Indonesia, Ada Yang Terganjal Izin Juga Terlibat Kecelakaan

Berbeda dari banyak negara, termasuk Kamboja di mana sleeper bus sudah bukan jadi barang baru. Di Indonesia, kehadiran sleeper bus baru ada pada 2016 silam.

5 tahun yang lalu


Terkini

First Drive
Mitsubishi Xpander HEV Tidak Akan Meluncur Di Indonesia Tahun Ini

Kapan rilis Mitsubishi Xpander HEV di Indonesia? Tak tahun ini. Hybrid 2026 fokus XForce HEV dan Destinator MHEV, Xpander HEV mungkin 2028 dengan gen 2.

9 jam yang lalu


Berita
Toyota Siapkan Rival Ford Raptor. Dilabeli Sebagai TRD Hammer

Toyota siapkan TRD Hammer sebagai rival Ford Raptor berbasis Tundra. Mesin V6 twin-turbo hybrid 3.4L capai 437 hp, respons terhadap Ram TRX.

10 jam yang lalu


Berita
Mudik In Style 2026 : Perfoma Audi Q8, Mampu Melupakan Kekurangannya

Harga Audi Q8 RS 55 TFSI di Indonesia Rp 2,83 miliar. Performa V6 340 hp dan quattro unggul di Mudik in Style 2026, meski BBM boros 5,6 km/liter.

11 jam yang lalu


Berita
Mudik in Style 2026 : Empat Alasan Xpeng G6 Pro Dipakai Sebagai Mobil Libur Lebaran

Alasan Xpeng G6 Pro dipilih Mudik in Style 2026: suspensi nyaman, efisiensi SUV listrik, arsitektur 800V fast charging, dan desain dewasa.

12 jam yang lalu


Berita
Bocoran EV Lamborghini Sebelum Dirilis Ke Pasaran

Lamborghini masih terus mengembangkan model bertenaga listrik murni yang dijadwalkan meluncur setelah 2030.

14 jam yang lalu