Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Harga Honda CR-V Meroket. Ini Jawaban Honda

Honda CR-V tak lagi dikenai relaksasi PPnBM DTP
Berita
Rabu, 16 Februari 2022 09:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Industri otomotif Indonesia memasuki babak baru dengan diberlakukannya kebijakan PPnBM baru. Berdasar pada PP nomor 73 tahun 2019,  penentuan tarif pajak PPnBM ditentukan berdasar konsumsi BBM atau kadar emii CO2 yang dihasilkan sebuah mobil.

Namun demikian, aturan pajak baru ini justru mendongkrak harga sejumlah model dari berbagai brand, naik secara signifikan. Hal ini dialami oleh Honda, sebagai contoh CR-V 1.5 Turbo Prestige  yang harganya menjulang menjadi Rp 644,9 juta dari harga Rp 550,5 juta.  

“Kami hanya merefleksikan pajak berdasarkan peraturan yang terbaru. Tahun lalu CRV mendapat full 100% PPnBM DTP,” terang Yusak Billy  Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM), saat dihubungi OtoDriver beberapa saat lalu. “Tahun ini hanya diberlakukan (untuk) kendaraan di bawah Rp 250 juta. Kendaraan kami, naik dari 0% ke 15%-20% PPnBMnya tergantung besar pajak emisi,” imbuhnya.

Dengan demikian, maka harga sebuah mobil (model tertentu) yang dirakit di dalam negeri akan mengalami kenaikan yang cukup besar. Dalam hal ini harga sebuah CR-V yang notabenenya merupakan produk rakitan dalam negeri akan sama mendekati harga sebuah SUV CBU Eropa. Ambil contoh Peugeot 3008 yang merupakan produk CBU dari Malaysia. Pabrikan singa Perancis ini membanderolnya mulai Rp 590 jutaan hingga Rp 720 juta (OTR).

BACA JUGA

“Mobil CKD dan CBU perhitungannya sama, Pajak berdasar pada seberapa nilai kadar emisinya,” sambung Billy.

Lalu apakah dengan kondisi hitungan seperti ini, Honda akan lebih melirik untuk melakukan impor CBU?

“Tidak, Bagi kami  selalu fokus pada produksi dalam negeri. Hal ini sangat berpengaruh terhadap banyaknya supplay chain kami dan mendukung pertumbuhan ekonomi secara umum,” tutup pria ramah ini.


Tags Terkait :
Honda CR-V PPnBM
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Daftar Harga
Daftar Harga Medium SUV Terbaru (Januari 2023)

Medium SUV menjadi salah satu kategori mobil favorit di Indonesia.

3 tahun yang lalu


Daftar Harga
Daftar Harga Medium SUV Terbaru (Oktober 2022)

Medium SUV menjadi salah satu kategori mobil favorit di Indonesia.

3 tahun yang lalu


Berita
Honda Hadir Di GIIAS 2022, Bawa SUV Baru Berkamuflase-nya

Honda hadir di ajang GIIAS Surabaya 2022.

3 tahun yang lalu


Daftar Harga
Daftar Harga Medium SUV Terbaru (Mei 2022)

Medium SUV menjadi salah satu kategori mobil favorit di Indonesia.

4 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Aurus Senat Pesaing Maybach, Sedan Rusia Tunggangan Vladimir Putin

Bisa dilengkapi proteksi untuk hadapi lontaran roket maupun granat.

8 jam yang lalu


Berita
Tiga BMW M Diluncurkan Serentak, Model Station Wagon Dibanderol Rp 2 Miliaran

BMW meluncurkan tiga model terbaru dari divisi performance M. Tiga model serentak diluncurkan yang terdiri dua coupe yakni M2 dan M2 CS, serta M3 Touring yang berwujud station wagon.

10 jam yang lalu


Berita
BAIC T1 Sudah Tiba di Indonesia, Simak Spesifikasinya Sebelum Dijual

BAIC T1 merupakan model terbaru yang segera dijual BAIC Indonesia. Lihat spesifikasinya.

13 jam yang lalu


Berita
Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor DKI Jakarta Masih Sampai Agustus

Tidak perlu membayar denda bunga keterlambatan.

15 jam yang lalu


Berita
SPY SHOT: Honda Avancier di Thailand, SUV Flagship Rival Palisade

Bukan rahasia lagi jika Honda tengah menghadapi tekanan besar di pasar Asia akibat persaingan ketat dari pabrikan asal Tiongkok.

18 jam yang lalu