Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Bus Listrik Proterra Bisa Mengisi Di Halte, Sistem Diadopsi Dari Tesla

Tesla sudah membuka paten sistem pengisian baterai untuk kendaraan, termasuk pada bus listrik. Proterra menggunakan sistem tersebut.
Berita
Selasa, 17 Mei 2022 15:00 WIB
Penulis : Benny Averdi


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Lebih dari dua tahun yang lalu, Tesla membuka semua patennya untuk kendaraan Iistrik, hal ini cukup mengejutkan dalam iklim bisnis kendaraan listrik saat ini.

CEO Tesla, Elon Musk menjelaskan langkah tersebut sejalan dengan misi Tesla untuk mempercepat munculnya transportasi berkelanjutan.

 “Jika kita semua berada di sebuah kapal dan kapal itu memiliki beberapa lubang di dalamnya dan ingin mengeluarkan air yang masuk dan kita memiliki desain yang bagus untuk sebuah ember, maka bahkan jika kita mengeluarkannya dengan cara lebih baik dari orang lain, kita mungkin masih harus berbagi desain ember,” ujar Musk menganalogikan sistem pada kendaraan listrik yang dipakai bersama tersebut.

Kami mungkin mendapatkan akses ke desain 'ember'  lain berkat Proterra, produsen bus listrik terkemuka. Pembuat bus tersebut mengumumkan bahwa mereka akan membuka 'teknologi pengisian cepat on-route' miliknya secara bebas royalti.

BACA JUGA

Mirip dengan apa yang diungkapkan oleh Tesla, Proterra mengeluarkan pernyataan yang menjelaskan bahwa langkah itu adalah "untuk mempercepat adopsi teknologi EV yang meluas dan pengembangan infrastruktur".

“Di Proterra, kami fokus pada perancangan dan pembuatan solusi transit EV yang paling aman dan berkinerja tertinggi di pasar, tetapi kami juga bertekad untuk meningkatkan dan memperluas sektor ini secara keseluruhan. Kami percaya bahwa setiap orang mendapat manfaat dari platform terbuka dan pilihan pelanggan yang lebih banyak. Kami berharap keputusan ini akan mendorong lebih banyak agen transit untuk menghadirkan kendaraan yang bersih, tenang, dan bebas emisi ke jalan-jalan kota dan jalan komunitas kami,” ujar Ryan Popple, CEO Proterra.

Pihak Proterra mengatakan, bahwa sistem pengisian cepat overhead single-bladenya adalah 'teknologi pengisian on-route yang paling banyak digunakan di industri'. Sistem dapat mengisi daya bus saat berhenti saat sedang dalam perjalanan.

Proterra juga mengumumkan bahwa mereka berencana untuk mulai memproduksi sistem untuk kendaraan pihak ketiga, yang menunjukkan bahwa perusahaan ingin menjadikan metode tersebut sebagai standar, yang akan membuat langkah tersebut tidak sepenuhnya altruistik, tetapi tetap menarik.


Tags Terkait :
Proterra Charging EV
B

Benny Averdi

Penulis

Sejak tahun 2000 mengawali karir sebagai jurnalis di bidang otomotif roda 4. Meski juga menyenangi hal tentang roda 2 da...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Special Report: GIIAS 2026
Artikel Terkait


Berita
Bus Listrik Proterra Bisa Mengisi Di Halte, Sistem Diadopsi Dari Tesla

Tesla sudah membuka paten sistem pengisian baterai untuk kendaraan, termasuk pada bus listrik. Proterra menggunakan sistem tersebut.

4 tahun yang lalu


Bus
Bus Tesla Rilis 2025?

Basisnya dari Tesla Semi

2 tahun yang lalu


Berita
Mengenal Proterra Inc, Pelopor Bus Listrik Amerika Serikat

Era kendaraan listrik memang tergolong baru, namun sudah ada perusahaan pembuat bus listrik yang cukup banyak di Amerika Serikat. Proterra sudah berhasli menjual 400 unit bus di 20 negara bagian.

6 tahun yang lalu


Bus
Daimler dan Proterra Berkolaborasi Bikin Bus Sekolah Bertenaga Listrik 

Selama ini Proterra dikenal unggul di bisnis penyediaan baterai lithium ion untuk kendaraan heavy duty dan sistem manajemen baterainya.

7 tahun yang lalu


Berita
Wuih, Bus Listrik Proterra Sanggup Melaju 1.772 Km Tanpa Isi Ulang Baterai

Produsen bus berbasis di California, AS, ini mengembangkan bus listrik terbarunya ini bekerja sama dengan perusahaan teknologi, LG Chem Ltd dari Korea.

8 tahun yang lalu


Bus
Proterra : Bus Listrik Catalyst E2 Menjadi Pemicu Revolusi Dalam Angkutan Umum.

Produk Proterra sebelumnya sudah tersebar 312 unit dan akan memproduksi lagi yang lebih canggih. Pada akhirnya dunia kendaraan listrik akan menjamah seluruh sektor transportasi.

9 tahun yang lalu


Berita
Ini Dia Cara Mudah ke GIIAS dan Harga Tiket Harian

Simak panduan akses ke GIIAS 2026 di ICE BSD beserta harga tiket GIIAS 2026 untuk VIP, hari kerja, dan akhir pekan.

1 hari yang lalu


Berita
GIIAS 2025 Resmi Dibuka, Tawarkan Brand Lebih Banyak

GAIKINDO akan menggelar GIIAS 2025 pada 24 Juli–3 Agustus di ICE BSD. Pameran otomotif terbesar ini menghadirkan lebih dari 60 merek, peserta baru seperti Xpeng dan Aletra, serta tiket yang tersedia o

1 tahun yang lalu


Terkini

Van
Semua Unit Farizon Bisa Isi Ulang Listrik di Jaringan Arista

Sebagai bagian dari pelayanan lengkap bagi pemilik armada.

33 menit yang lalu


Berita
Mengenal Lebih Dekat Jetour T2 i-DM, PHEV Adventure SUV dengan Klaim Jarak Tempuh Lebih dari 1.200 Km

Jetour T2 i-DM PHEV jarak tempuh 1200 km diperkenalkan sebagai adventure SUV dengan teknologi i-DM yang menggabungkan motor listrik dan mesin bensin untuk efisiensi perjalanan jauh.

1 jam yang lalu


Berita
Toyota Klaim Kuasai 70 Persen Pasar Pikap di Indonesia

Toyota Hilux generasi ke-9 resmi hadir di Indonesia.

2 jam yang lalu


Berita
Ini Cara VinFast Jawab Kekhawatiran Konsumen EV Dari Kalangan 'Mendang-Mending'

Cara VinFast atasi kekhawatiran konsumen EV mendang-mending terkait biaya cicilan, infrastruktur pengisian, dan nilai jual kembali melalui program layanan serta garansi.

3 jam yang lalu


Berita
Toyota Hilux Masuk Generasi ke-9, Kini Hadir dalam Versi Listrik untuk Sektor Komersial

Toyota Hilux generasi 9 BEV listrik diperkenalkan untuk kebutuhan komersial. Model ini menawarkan varian listrik AWD dengan kemampuan medan berat di lebih dari 190 negara.

4 jam yang lalu