Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Ketika Mobil Mampu Membantu Urusan Dapur

Bayangkan sebuah mobil yang mampu berinteraksi ke sekitarnya, termasuk dengan rumah, jalan raya atau bahkan kota itu sendiri. Bosch coba mewujudkan konektivitas total itu.
Berita
Jumat, 15 Januari 2016 13:00 WIB
Penulis : Danu P Dirgantoro


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Memanfaatkan gelaran Consumer Electronic Show 2016 (6-9/1), Bosch menghadirkan inovasi baru hasil pengembangannya untuk kemajuan otomotif. Dengan kunci konektivitas, Bosch menggunakan slogan “Simply Connected” untuk memperkenalkan teknologi yang bertajuk Invented for Life itu. Dengan teknologi ini, kendaraan tidak hanya terkoneksi dengan pemiliknya, tapi juga dengan orang dan infrastruktur di sekitarnya.

Teknologi ini merupakan sebuah inovasi untuk rumah, kota, mobil, serta tempat kerja melalui konektivitas internet. Dalam dunia bisnis yang serba-terhubung seperti saat ini, Bosch bahkan mampu membuat sebuah mobil membantu urusan dapur.

Berikut adalah sekelumit teknologi yang diterapkan Bosch dalam Invented for Life, seperti disampaikan dalam rilis pers mereka kemarin (14/1):

Rumah pintar

BACA JUGA

Bosch juga melakukan upaya keras membuat rumah pintar. Apakah jendela sudah ditutup? Apakah kompor sudah dimatikan? Apakah masih ada susu yang cukup untuk sarapan besok? Teknologi Bosch telah membuat kekhawatiran ini menjadi sesuatu yang usang. Studi terbaru mengindikasikan bahwa pada tahun 2020, sekitar 230 juta rumah tangga di seluruh dunia - 15 persen dari pasar global - akan menggunakan teknologi rumah pintar.

Rumah ini juga akan mampu terkoneksi dengan kendaraan Anda. Jadi dengan mudah Anda bisa memanaskan makanan di microwave dan mengaktifkan AC kamar saat berjalan pulang, lantas membuka kunci pagar dan pintu ketika tiba. Urusan dapur pun bisa dilakukan via teknologi di mobil dan rumah.

Kota Pintar

Bosch tidak puas hanya dengan membangun rumah pintar,” ujar Denner. “Kami saat ini sedang terlibat dalam lima proyek di seluruh dunia yang bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan seluruh kota. Hal ini meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta meningkatkan efisiensi ekonomi kota bersangkutan." Menurut sebuah studi PBB, dua per tiga dari populasi global akan tinggal di perkotaaan pada tahun 2050. Tentunya prediksi tersebut menjadi pertanda pentingnya kehadiran jaringan cerdas pada jaringan listrik, infrastruktur lalu lintas, dan bangunan. Salah satu blok bangunan dasar dari kota pintar adalah Bosch IOT Suite. Ini adalah sebuah platform perangkat lunak yang mengintegrasikan semua fungsi yang diperlukan untuk menghubungkan beragam perangkat, pengguna, dan jasa.
 
Konektivitas Kendaraan

Teknologi ini akan mampu menghubungkan kendaraan dengan Rumah Pintar dan Kota Pintar. Bosch berencana untuk mewujudkannya di 2018. Selain mengumpulkan info dari sekitarnya, mobil juga akan mampu mencari parkir sendiri. Idenya adalah bagaimana para pengemudi bisa dengan mudah meninggalkan mobilnya di pintu masuk parkir atau garasi. Selanjutnya mobil mereka akan berusaha menemukan tempat kosong dan memarkirkannya sendiri. Ketika tiba waktunya untuk pergi, maka kendaraan yang sama akan berkendara sendiri menuju titik penjemputan semula dengan cara yang sama.

Pemandu Jalan Bebas Hambatan 

Bosch saat ini juga tengah mengerjakan proyek “pemandu jalan bebas hambatan” (highway pilot), yaitu sebuah supir elektronik yang mampu mengendarai di jalan bebas hambatan. Di tahun 2020, diperkirakan banyak kendaraan yang dapat berkendara dengan sendirinya. Tentunya hal ini akan meningkatkan aspek keamanan berkendara, namun di sisi lain juga dapat memudahkan hidup pengendara. Ketika fasilitas highway pilot difungsikan, pengemudi lantas akan beralih menjadi penumpang, sehingga mereka dapat bersandar sejenak, rileks ataupun melakukan beragam kegiatan lainnya. Bosch melakukan uji coba fasilitas berkendara otomatis di jalan raya pada beberapa negara, seperti Jerman, Amerika Serikat dan Jepang.

“Tujuan kami adalah menyediakan solusi yang lebih aman, nyaman, dan efisien untuk energi, mobilitas, industri, serta rumah pintar. Kami ingin meningkatkan kualitas hidup banyak orang menjadi lebih baik dan mudah, kuncinya adalah konektivitas,” sebut Dr. Volkmar Denner, CEO Bosch, dalam siaran persnya.


Tags Terkait :
Bosch CES 2016 Invented For Life
D

Danu P Dirgantoro

Reporter

a

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Ketika Mobil Mampu Membantu Urusan Dapur

Bayangkan sebuah mobil yang mampu berinteraksi ke sekitarnya, termasuk dengan rumah, jalan raya atau bahkan kota itu sendiri. Bosch coba mewujudkan konektivitas total itu.

10 tahun yang lalu


Mobil Listrik
Makin Serius, Sony Cari APM Dan Perusahaan Teknologi Untuk Garap Mobil Listrik

Sony berusaha untuk menjalin kerjasama dengan Agen Pemegang Merek (APM) dan juga perusahaan teknologi untuk menciptakan mobil listrik.

4 tahun yang lalu


Berita
5 Hal Menarik dari Mobil Listrik Sony

Sony Vision-S menjadi kejutan besar di gelaran CES 2020. Berikut beberapa fakta menarik dari mobil listrik yang menandai debut mereka di dunia otomotif.

6 tahun yang lalu


Mobil Listrik
Inilah Mobil Listrik Merek Sony yang Baru Diperkenalkan

Era kendaraan listrik telah dimulai. Banyak produsen-produsen baru yang muncul dengan produk kendaraan listriknya. Termasuk Sony, yang dikenal sebagai produsen barang elektronik.

6 tahun yang lalu


Berita
Bukan Lagi Soal Tenaga Mesin, Teknologi Keselamatan Jadi Tren Baru di GIIAS 2026

Teknologi keselamatan kendaraan menjadi sorotan di GIIAS 2026. Bosch Indonesia memperkenalkan sistem Sense, Think, dan Act yang membantu pengemudi.

3 hari yang lalu


Berita
Mengenal Lebih Dekat Jetour T2 i-DM, PHEV Adventure SUV dengan Klaim Jarak Tempuh Lebih dari 1.200 Km

Jetour T2 i-DM PHEV jarak tempuh 1200 km diperkenalkan sebagai adventure SUV dengan teknologi i-DM yang menggabungkan motor listrik dan mesin bensin untuk efisiensi perjalanan jauh.

6 hari yang lalu


Berita
Respol, Bosch, Toyota dan BMW Tes Bahan Bakar Sintetik, Solusi Cepat Pertahankan ICE

Bahan bakar sintetik diklaim bisa menghasilkan emisi nyaris nol.

2 minggu yang lalu


Truk
Warisan Mesin Horizontal Truk Pertama Mercedes-Benz

Posisi mesin horizontal diyakini bisa menyalurkan tenaga lebih maksimal sekaligus lebih efisien konsumsi energinya

2 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Tiongkok Jadi Biang Kerok, Harga Rata-Rata Mobil Listrik Global Sekarang Lebih Murah dari Hibrida

Data Mobility Global menunjukkan harga rata-rata mobil listrik global kini US$37.000, lebih rendah dari hibrida yang mencapai US$39.000. Penurunan ini didorong oleh ekspor EV murah dari Tiongkok.

1 jam yang lalu


Berita
Daihatsu Sigra Ujung Tombak Perolehan SPK Di GIIAS 2026

Sacara umum penjualan di GIIAS hampir berbagi rata ditopang oleh kendaraan penumpang dan komersial

4 jam yang lalu


Komparasi
Selisih Rp19 Juta, Mazda 6e dan BYD Seal Performance Punya Karakter Berbeda

Mazda 6e resmi meramaikan persaingan mobil listrik di Indonesia.

6 jam yang lalu


Berita
PHEV Kurang Diminati DIbandingkan EV?

Tren kendaraan elektrifikasi di Indonesia menunjukkan bahwa mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) masih lebih diminati konsumen dibandingkan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

6 jam yang lalu


Berita
Ada Alasan Mengapa Toyota Land Cruiser 70 Jepang Menutupi Lampu Belakangnya

Detail unik ala Jepang yang membuat Land Cruiser 70 Series alami 'kebutaan' di bagian belakang

9 jam yang lalu