Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Hore, Harga Pertamax Turbo hanya Rp 8.700/liter

Pertamina hadirkan produk barunya yaitu Pertamax Turbo di GIIAS 2016. Harganya jauh di bawah prediksi.
Berita
Minggu, 14 Agustus 2016 09:30 WIB
Penulis : Hariawan Arif


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Pertamina hadirkan produk barunya yaitu Pertamax Turbo pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 di ICE, BSD. Produk ini diklaim memiliki kadar RON dengan angka 98.

Resmikan pertamax turbo

Pertamina menghadirkan bahan bakar ini untuk bisa memenuhi kebutuhan para pemilik mobil sport, mobil-mobil premium dan juga kendaraan roda dua yang membutuhkan bahan bakar yang memiliki kualitas lebih baik dibandingkan dengan yang ada saat ini. "Banyak orang yang merasa pakai Pertamax Plus masih kurang, namun beli Pertamax Racing kemahalan. Jadi inilah jawabannya," ungkap Ahmad Bambang selaku Direktur Pemasaran Pertamina.

Menariknya, Indonesia bukan menjadi negara pertama peluncurannya dilakukan tapi melainkan di Belgia karena ini merupakan produk yang dikembangkan Pertamina bersama Lamborghini yang lebih kearah untuk mobil-mobil yang bermesin baru. Soal harganya, Pertamax Turbo dibanderol RP 8.700 / liter. Ini jauh lebih murah dibandingkan dengan Pertamax Racing. Juga jauh lebih rendah dari prediksi sebelumnya yang Rp 10 ribuan per liter.

Saat ini belum semua SPBU menyediakan Pertamax Turbo. Pertamina menargetkan mirip dengan Pertalite yaitu dalam waktu enam bulan, bbm jenis baru ini sudah mulai tersebar di luar Jakarta. "Jakarta memang target pertama, setelahnya Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera." ungkap Wianda Pusponegoro selaku Vice President Corporate Communication Pertamina.

BACA JUGA

Namun soal Pertamax Turbo adalah pengganti dari Pertamax Plus masih belum terjawab. "Lihat saja nanti," tutup Wianda. Yang pasti, saat ini yang sudah kami lihat di beberapa SPBU, keberadaan Pertamax Plus sudah digantikan oleh Pertamax Turbo.


Tags Terkait :
Pertamina Pertamax Turbo
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Harga BBM Wilayah Jabodetabek Untuk 1 Maret Melonjak

Untuk SPBU Shell masih belum ada stok hingga saat ini.

1 hari yang lalu


Berita
Awal Februari Harga BBM Di Wilayah Jakarta Turun Lagi

Penurunan harga di bulan Februari termasuk signifikan jika dibandingkan harga bulan Januari

1 hari yang lalu


Berita
BBM Non Subsidi Wilayah Jakarta Turun Harga Serempak

Harga yang naik ataupun turun secara berkala mengikuti tren harga minyak dunia dari nilai tukar rupiah.

1 hari yang lalu


Berita
Harga BBM Pertamina Turun, BBM Swasta Naik

Pasokan BBM swasta diperkirakan normal pada minggu pertama bulan September

2 bulan yang lalu


Terkini

Tips
Cek Kondisi Kaki-Kaki Lebih Akurat Dengan Teknologi Ini

Proses lanjutan tinggal penggantian komponen yang terdeteksi mengalami kerusakan setelah pengecekan dengan metode ini.

8 menit yang lalu


Berita
Dewa Motorsport, Pasang Target Tinggi Dan Membangun Ekosistem Balap Di 2026

Dewa United Motorsport resmi mengikuti 6 cabang balap di 2026.

38 menit yang lalu


Berita
Honda Dan Sony Batalkan Proyek Mobil Listrik Mereka

Honda dan Sony batalkan proyek mobil listrik Afeela. Pengembangan sedan serta SUV EV oleh Sony Honda Mobility dihentikan akibat perubahan strategi elektrifikasi Honda.

3 jam yang lalu


Berita
Denza Bakal Ciptakan Supercar, Bertenaga 1.000 Hp

Denza gelar kampanye penamaan supercar Denza Z tenaga 1000 hp untuk varian hardtop, convertible, dan track-focused. Pengujian di Nürburgring sedang berlangsung.

4 jam yang lalu


Bus
Masa Lebaran 2026 Kemenhub Lakukan Ramp Check Ke Puluhan Ribu Bus

Ramp check bus Lebaran 2026 Kemenhub periksa 60.946 unit. 63,59% diizinkan operasi, 11,70% dilarang akibat teknis utama dan administratif.

5 jam yang lalu