BUS-TRUCK – Pernah melihat pikap klasik Amerika dengan tonjolan rumah roda belakang di luar bak? Di Indonesia, desain tersebut lebih dikenal dengan sebutan bak kuping. Bentuknya memang unik karena bagian kiri dan kanan bak memiliki tonjolan menyerupai telinga.
Namun, desain ini bukan sekadar pemanis tampilan. Bak kuping justru merupakan konstruksi bak pikap yang paling umum digunakan sebelum produsen memperkenalkan desain bak rata atau Fleetside.
Menurut Slashgear.com, pada awal kemunculannya, hampir semua pikap menggunakan konstruksi tersebut. Rumah roda belakang dibuat terpisah dari dinding bak sehingga tonjolannya terlihat dari luar. Lantai bak pun relatif sederhana karena tidak perlu mengikuti kontur roda.

Seiring perkembangan industri otomotif, produsen mulai menawarkan alternatif berupa bak dengan dinding luar rata. Chevrolet memperkenalkan Fleetside pada 1958, sementara Ford lebih dahulu menawarkan Styleside pada 1957. Desain ini membuat tampilan pikap terlihat lebih modern dan menyatu dengan kabin.
Meski demikian, kehadiran Fleetside tidak langsung mengakhiri perjalanan bak kuping. Chevrolet tetap menawarkan Stepside, Ford dengan Flareside, GMC dengan Fenderside, serta Dodge dengan Utiline. Kedua desain bak tersebut bahkan sempat dipasarkan berdampingan selama beberapa dekade.
Ada beberapa alasan mengapa bak kuping tetap dipertahankan. Salah satunya karena konstruksinya relatif sederhana. Rumah roda belakang dibuat sebagai komponen terpisah sehingga lebih mudah diperbaiki atau diganti ketika mengalami kerusakan.
Selain itu, keberadaan pijakan kecil di depan rumah roda juga memiliki fungsi praktis. Komponen tersebut memudahkan pengguna menjangkau barang yang berada di bagian depan bak dari sisi kendaraan.

Faktor tradisi dan selera konsumen juga berpengaruh. Dalam publikasi sejarah 100 tahun Chevrolet disebutkan bahwa ketika Fleetside diperkenalkan pada pertengahan 1958, perusahaan tetap mempertahankan Stepside karena sebagian pembeli masih menyukai tampilannya. Artinya, bak kuping bukan sekadar pilihan bagi konsumen yang mencari pikap murah atau sederhana. Ada pula pembeli yang memang menyukai karakter desain klasik tersebut.
Namun, seiring waktu, kebutuhan konsumen mulai berubah. Pikap tidak lagi hanya digunakan sebagai kendaraan pekerja, tetapi juga berkembang menjadi kendaraan keluarga dan gaya hidup.
Di sisi lain, bak Fleetside menawarkan bentuk yang lebih lebar secara keseluruhan dan ruang muatan tambahan di sekitar rumah roda. Dinding bak yang rata juga memudahkan produsen mengintegrasikan desainnya dengan bodi kendaraan.
Faktor efisiensi produksi ikut berperan. Mempertahankan dua jenis bak membutuhkan komponen, proses perakitan, dan pengelolaan produksi yang berbeda. Ketika permintaan terhadap bak kuping terus menyusut, produsen mulai mengurangi pilihan tersebut.

Dodge menjadi salah satu yang lebih dahulu meninggalkannya dengan menghentikan produksi Utiline pada 1985. Chevrolet dan GMC bertahan lebih lama melalui Stepside dan Fenderside, sebelum akhirnya mengakhiri pilihan tersebut pada generasi Silverado dan Sierra 2005. Ford bahkan masih menawarkan Flareside pada F-150 model tahun 2009.
Kini, bak kuping lebih banyak ditemukan pada pikap klasik, kendaraan restorasi, dan proyek modifikasi. Meski sudah tidak lagi menjadi pilihan utama untuk kendaraan niaga modern, desain ini tetap memiliki tempat tersendiri di kalangan penggemar otomotif.
Menariknya, desain yang dahulu lahir dari kebutuhan konstruksi sederhana tersebut kini justru menjadi salah satu ciri khas pikap klasik Amerika yang banyak diburu kolektor. (SS)









