BUS-TRUCK - Cold Chain menjadi salah satu pemegang kunci dalam industri distribusi dan logistik. Saat ini distribusi komoditas khususnya makanan beku dengan menggunakan cold storage ini sudah menjadi suatu kebutuhan tersendiri.
Industri cold chain ini pun menjadi perhatian dari industri pendukungnya, salah satunya adalah dari armada niaga. Salah satunya adalah PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sebagai Agen Pemegang Merek (APM) Mitsubishi Fuso.
Dalam mendukung bisnis tersebut, Mitsubishi Fuso menyediakan berbagai varian kendaraan niaga mulai truk ringan, besar hingga layanan purnajual yang tersebar di Indonesia guna mendukung para pebisnis dalam menjalankan usahanya.
“Bisnis logistik, khususnya cold chain, membutuhkan kendaraan yang andal dan fleksibel. Oleh karena itu, kami memahami pelaku usaha membutuhkan kendaraan andal. Kami hadir dengan pilihan kendaraan yang lengkap dan dukungan layanan purnajual di 225 titik di seluruh Indonesia,” kata Sales and Marketing Director PT KTB, Aji Jaya dalam talk show di GIICOMVEC 2026, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.
Talk show bertajuk Peluang dan Tantangan Industri Cold Chain di Indonesia (Foto : Otodriver/Suryo Sudjatmiko)
Lebih jauh lagi, Aji menambahkan bahwa seluruh jaringan Mitsubishi tersebut juga sudah memiliki mekanik yang terlatih salah satunya dalam melayani kendaraan niaga yang dilengkapi dengan perangkat cold storage.
Salah satu yang tengah dikembangkan oleh Mitsubishi Fuso untuk mensupport bisnis ini adalah layanan one stop service khusus kendaraan cold chain ini.
“Dalam bisnis cold chain ini, mempertahankan temperatur dalam titik tertentu menjadi hal yang sangat penting. Terjadi perubahan suhu sedikit saja akan memberikan dampak besar pada kualitas produk yang dibawanya,” lanjutnya.
Salah satu cara menjaga kestabilan temperatur ini, brand berlogo Tiga Berlian ini menghadirkan fitur digital untuk melakukan pemantauan kondisi kendaraan dan suhu muatan secara real time.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementrian Perhubungan (Kemenhub), M. Risal Wasal mengatakan bahwa industri cold chain di Indonesia punya potensi yang cukup besar. Besarnya cakupan kawasan dan naiknya kebutuhan distribusi pada produk-produk beku atau perlu dibekukan merupakan potensi yang perlu disikapi dengan bijak.
Unit Mitsubishi dalam ekosistem Cold Chain (Foto : Otodriver/Suryo Sudjatmiko)
“Frozen food dan cloud kitchen yang berkembang pesat dan menjadi tren saat ini membutuhkan angkutan yang sudah dilengkapi dengan pendingin menjadi kian krusial,” papar Risal.
Lebih jauh lagi Risal menjelaskan bahwa bisnis cold chain tak sebatas pada makanan olahan saja, namun juga meliputi sektor perikanan, pertanian, industri hingga pariwisata. (SS)










