Baterai Mobil Listrik Buatan Indonesia Diproduksi 2023

Baterai Mobil Listrik Buatan Indonesia Diproduksi 2023

Salah satu komponen pada industri mobil listrik yang terus digenjot di Indonesia adalah baterai. Beragam langkah dilakukan agar baterai mobil listrik bisa diproduksi di Indonesia, yang dikenal sebagai salah satu produsen nikel terbesar dunia.

Kabar baiknya, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, mengatakan jika ada pabrik baterai mobil listrik di Indonesia yang mulai dibangun akhir Juli 2021 nanti.

Nantinya fasilitas pabrik baterai sel di Indonesia ini direncanakan akan berproduksi mulai 2023 mendatang.

Fasilitas ini merupakan buah dari hadirnya PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) beberapa waktu lalu yang disokong dengan investasi konsorsium asal Korea Selatan, LG.

Bahlil Lahadalia menambahkan, dengan investasi mencapai 9,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp 142 triliun, pembangunan industri baterai kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia yang terbesar di dunia.

"Kapasitas produksinya akan mencapai 10 giga watt per hour," paparnya dalam webinar pekan lalu.

Hadirnya pabrik baterai tersebut mendukung potensi Indonesia dalam kancah industri otomotif dunia. Seperti disebutkan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier.

“Permintaan EV di dunia diperkirakan terus meningkat dan akan mencapai sekitar 55 juta unit pada tahun 2040. Pertumbuhan ini tentunya mendorong peningkatan kebutuhan baterai lithium ion (LiB),” ungkap Taufiek ditempat terpisah.

Meningkatnya penggunaan baterai juga mendorong peningkatan pada bahan bakunya, sehingga negara dengan sumber bahan baku baterai ini nantinya memegang peranan sangat penting.

Ke depannya, lanjut Taufiek, kebutuhan baterai lithium Ion akan terus meningkat seiring dengan berkembangnya isu lingkungan dan tren dunia.

“Hal ini menjadi potensi pengembangan industri baterai yang merupakan komponen utama dalam ekosistem energi terbarukan. Energi yang dikonversi dari sumber terbarukan akan disimpan dalam baterai dan akan digunakan baik secara langsung atau melalui jaringan listrik,” paparnya.

Simak Video : VIDEO: C-HR Hybrid Tembus 28 KM/Liter

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com