OTODRIVER - Di tengah fluktuasi harga bahan bakar dan meningkatnya biaya operasional kendaraan konvensional, masyarakat membutuhkan solusi mobilitas yang tidak hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga memberikan efisiensi yang dapat dirasakan dalam penggunaan sehari-hari.
Salah satu teknologi yang menjawab kebutuhan tersebut adalah BYD DM (Dual Mode) Technology. Berbeda dari kendaraan bermesin konvensional maupun hybrid biasa, teknologi ini dikembangkan untuk mengutamakan penggunaan energi listrik sekaligus mempertahankan fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh.
Mengusung filosofi Electric-First, teknologi DM 5.0 memprioritaskan motor listrik sebagai sumber penggerak utama, sementara mesin bensin berperan sebagai pendukung cerdas. Pendekatan tersebut menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih dekat dengan kendaraan listrik : senyap, halus, dan responsif, dengan konsumsi bahan bakar yang jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional.
Mengutamakan Motor Listrik dalam Aktivitas Harian
Berbeda dengan hybrid konvensional yang masih cukup sering mengandalkan mesin bensin, kendaraan dengan teknologi BYD DM lebih banyak bergerak menggunakan motor listrik, terutama saat berkendara di dalam kota.
Pada perjalanan seperti berangkat kerja, mengantar anak ke sekolah, atau aktivitas harian lainnya, kendaraan dapat beroperasi dalam mode listrik selama kapasitas baterai masih mencukupi. Dalam kondisi tersebut, mesin bensin tidak perlu menyala sehingga konsumsi BBM dapat ditekan hingga mendekati nol.
Bagi pengguna yang rutin mengisi ulang baterai di rumah atau di kantor, sebagian besar kebutuhan mobilitas harian dapat dilakukan tanpa mengonsumsi bahan bakar.
Mesin Bensin Hanya Bekerja Saat Dibutuhkan
Ketika daya baterai mulai berkurang atau kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar, sistem Dual Mode akan mengaktifkan mesin bensin secara otomatis.
Namun, mesin tidak selalu langsung menggerakkan roda. Dalam banyak kondisi, mesin bekerja sebagai generator untuk menghasilkan listrik yang kemudian digunakan oleh motor listrik. Pendekatan ini membuat mesin dapat beroperasi pada putaran yang paling efisien sehingga penggunaan bahan bakar menjadi lebih hemat dibanding mesin yang harus terus menggerakkan kendaraan.
Sistem manajemen energi akan memilih mode operasi paling efisien secara otomatis tanpa memerlukan pengaturan khusus dari pengemudi.
Efisien di Kemacetan Perkotaan
Kemacetan merupakan salah satu kondisi yang paling banyak menghabiskan bahan bakar pada kendaraan konvensional karena mesin tetap hidup saat kendaraan berhenti.
Pada teknologi BYD DM, kondisi tersebut justru menjadi salah satu keunggulannya. Saat kecepatan rendah atau stop-and-go, motor listrik mengambil peran utama sehingga kendaraan tetap bergerak dengan halus tanpa harus terus-menerus mengandalkan mesin bensin.
Selain itu, fitur regenerative braking mengubah energi saat deselerasi dan pengereman menjadi listrik untuk mengisi baterai. Energi yang biasanya terbuang dapat dimanfaatkan kembali, sehingga efisiensi kendaraan semakin meningkat.
Mengurangi Frekuensi Mengisi BBM
Karena sebagian besar perjalanan harian dilakukan menggunakan tenaga listrik, penggunaan bensin menjadi jauh lebih sedikit.
Bagi pengguna dengan pola perjalanan yang masih berada dalam jangkauan mode EV dan disiplin mengisi ulang baterai, kunjungan ke SPBU dapat menjadi jauh lebih jarang dibandingkan pengguna kendaraan bermesin bensin konvensional. Hal ini tidak hanya membantu mengurangi biaya operasional, tetapi juga memberikan kenyamanan lebih dalam penggunaan sehari-hari.
Tetap Nyaman untuk Perjalanan Jauh
Efisiensi bahan bakar tidak berarti mengorbankan fleksibilitas. Saat melakukan perjalanan luar kota atau ketika baterai mulai habis, mesin bensin akan bekerja bersama motor listrik untuk menjaga performa dan memperpanjang jarak tempuh.
Dengan kombinasi baterai dan tangki bahan bakar, kendaraan berbasis teknologi BYD DM mampu menempuh perjalanan hingga lebih dari 1.000 kilometer (bergantung pada model dan metode pengujian), sehingga pengguna tidak perlu khawatir terhadap keterbatasan infrastruktur pengisian daya.
Biaya Operasional Lebih Rendah
Selain konsumsi BBM yang lebih hemat, penggunaan tenaga listrik sebagai sumber energi utama juga membantu menurunkan biaya operasional harian.
Biaya pengisian baterai umumnya lebih rendah dibandingkan biaya membeli bensin untuk jarak tempuh yang sama. Dalam penggunaan sehari-hari, kombinasi energi listrik dan bahan bakar pada teknologi DM berpotensi menekan biaya operasional yang cukup besar.
Manfaat ekonominya juga tidak berhenti pada pengeluaran energi. Berdasarkan simulasi penggunaan selama tiga tahun, biaya perawatan berkala BYD M6 DM dapat lebih rendah hingga 30% dibandingkan MPV konvensional di kelasnya. (AB)
















