OTODRIVER - Jika kita perhatikan interior mobil yang ada saat ini kebanyakan dibungkus dengan bahan yang punya motif kulit.
Bahkan doortrim atau dasboard yang dibuat dari bahan plastik pun dicetak dengan permukaan bermotif kulit.
Mengapa mayoritas interior mobil dibuat dengan motif kulit?
Mengutip dari Edmund.com, semua itu tak lepas dari sejarah kulit itu sendiri yang dijadikan sebagai pembungkus bangku pada mobil era perintis.
Berawal dari pembungkus jok, kemudian kulit pun berkembang pada tugas lain seperti pembungkus doortrim dan juga plafon pada mobil-mobil mewah di era 30-an.
Sedangkan untuk mobil yang punya standar harga lebih terjangkau menggunakan kain sebagai pembungkusnya.
Hingga pada tahun 1948, sebuah produsen mobil asal AS yakni Tucker memperkenalkan dasbor sederhana yang dibungkus dengan kulit. Sebuah terobosan, di mana sebelumnya bagian ini dibuat dari bahan besi.
Singkatnya, ketika masuk era dasbor dari bahan plastik di era 70-an, kulit asli tak lagi digunakan sebagai pembungkus.
Dasbor mulai dibuat dengan menggunakan pembungkus sintetik, namun tetap saja menggunakan motif permukaan kulit.
Masih menurut Edmund.com, desainer interior mobil menggunakan bahan sintetik bermotif kulit yang membungkus dasbord lantaran tampilan jadi lebih mewah, meredam pantulan cahaya, lebih cepat melepas panas dan lebih lama menyerap panas.

Kemudian saat dasbor dan doortrim dibuat dari bahan plastik yang dicetak, motif ini tetap lestari.
Ambil contoh Mitsubishi Xpander yang dasbord dan doortrim plastiknya dicetak dengan motif kulit.
Sampai saat ini motif kulit masih mendominasi bagian interior mobil modern. (SS)











