OTODRIVER - Meskipun harga minyak dunia terus merangkak naik, namun harga bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina, Shell, dan BP terpantau masih stabil per 19 Oktober 2026.
Seperti dikutip dari Antara, harga BBM subsidi maupun nonsubsidi tak mengalami perubahan harga sejak September 2026.
Di SPBU Pertamina, harga Pertalite Rp10.000 per liter, Solar subsidi harganya masih Rp6.800 per liter, untuk Pertamax dihargai Rp15.950 per liter, Pertamax Turbo masih seharg Rp19.600 per liter, Pertamax Green Rp19.150 per liter, Dexlite juga masih Rp23.700 per liter, dan Pertamina Dex belum berubah dari angka Rp25.200 per liter.
Untuk ketesediaan BBM di SPBU Shell masih satu jenis yaitu V-Power Diesel yang harganya Rp25.420 per liter.
Sementara itu di SPBU BP harga untuk BP Ultimate adalah Rp19.330 per liter, BP 92 harganya Rp16.130 per liter, dan BP Ultimate Diesel Rp25.420 per liter. Ketiganya belum ada perubahaan.

Di SPBU Vivo, mengacu pada unggahan akun Instagram resminya menyebutkan bahwa jenis Revvo 92 diharga Rp16.130 untuk tiap liternya, kemudian Revvo 95 dihargai Rp19.330, dan Harga per liter Diesel Primus adalah Rp25.420.
Beberapa Waktu lalu Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung memastikan tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi meski harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) menembus 112,81 dolar AS per barel pada September 2026.
Seperti dikutip dari Antara (13/10/2026), mengenai dampak kenaikan harga minyak dunia menurut Juda pihak pemerintah akan melakukan perhitungan ulang.
Namun, ia menegaskan, pemerintah tidak akan menaikkan subsidi BBM maupun memperlebar defisit anggaran akibat kenaikan harga minyak tersebut.
Juda juga menyatakan kebijakan subsidi ke depan akan lebih difokuskan agar lebih tepat sasaran. (EW)













