OTODRIVER – Dalam kunjungan ke markas besar Chery Group di Wuhu, Anhui, China, Otodriver mendapat kesempatan menghadiri acara Freelander Nightfall.
Acara ini merupakan bagian dari 2026 Chery International User Summit, sekaligus ajang peluncuran resmi SUV Freelander 8 konfigurasi 5-kursi dan pengenalan teknologi AI Voice Assistant.
Sebelumnya, Freelander 8 sudah diluncurkan di China pada 3 September 2026 dan mulai dikirim ke konsumen pada 19 September 2026.
Mobil ini lalu diperkenalkan sebagai model internasional pada 29 September 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Acara itu merupakan peluncuran merek global sekaligus pengenalan versi setir kiri untuk pasar internasional.
Selain waktu peluncurannya berbeda, spesifikasi Freelander 8 versi China dan pasar internasional ternyata tidak sama.
Lalu seperti apa perbedaannya?

Versi China Vs Timur Tengah
Menurut catatan resmi Freelander, versi China memakai mesin 1.5 liter turbo yang berfungsi sebagai generator listrik. Energinya disimpan di baterai lithium ternary berkapasitas 60,3 kWh, lalu disalurkan ke dua motor listrik yang menggerakkan keempat roda.
Hasilnya, tenaga gabungan mencapai 610 kW atau sekitar 818 hp dengan torsi maksimum 813 Nm. Jarak tempuh mode listrik murni diklaim sampai 310 km menurut standar CLTC.
Untuk Timur Tengah, Freelander 8 memakai mesin 2.0 liter turbo hybrid. Baterainya berkapasitas 34,12 kWh dengan kimia lithium iron phosphate (LFP). Penggerak empat roda tetap memakai dua motor listrik, tetapi tenaganya turun menjadi 460 kW atau sekitar 625 PS dengan torsi 662 Nm.
Dalam siaran pers resmi pada 6 Oktober 2026, Freelander mengklaim versi ini mampu menempuh hingga 886 km dengan tangki bahan bakar dan baterai terisi penuh. Jarak tempuh listrik murninya 110 km. Kedua angka tersebut diukur dengan siklus pengujian kombinasi.
Perlu dicatat, angka jarak tempuh kedua versi tidak bisa dibandingkan langsung karena metode pengujiannya berbeda (CLTC untuk China, siklus kombinasi untuk Timur Tengah).

Chip dan Fitur Bantuan Berkendara
Di sisi elektronik, versi China mengandalkan chip Qualcomm Snapdragon 8397 dan sistem bantuan berkendara Huawei Qiankun ADS 5. Sementara itu, versi Timur Tengah memakai Snapdragon SA8295P untuk sistem hiburan dan komputasi kabin, dengan lebih dari 30 fungsi bantuan berkendara berbasis Level 2+. Ketersediaan fitur bisa berbeda tergantung negara dan varian.
Fitur Khusus Timur Tengah
Freelander juga menyiapkan fitur yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen di sana. Ada Sand Mode untuk melibas medan pasir dan sistem pendingin kabin yang dirancang untuk cuaca panas. Ada pula Qibla Compass yang menampilkan arah Makkah, waktu salat, jarak ke Ka’bah, dan kalender Hijriah.
Kemampuan Off-road Tetap Sama
Soal kemampuan di medan berat, kedua versi sama-sama dibekali sistem i-ATS (Intelligent All-Terrain System), suspensi udara dua ruang, dan Continuously Controlled Damping (CCD). Khusus Timur Tengah, i-ATS menyediakan sembilan mode berkendara, termasuk Sand Mode. Kemampuan menerjang genangan diklaim mencapai kedalaman air 900 mm.

Kemungkinan di Indonesia
Soal peluang masuk ke Indonesia, President Director Chery Indonesia, Zhen Shuo, mengatakan pihaknya tengah melakukan studi. Namun, ia belum bisa memberikan keterangan lebih rinci.
“Kami tengah mempelajari segala sesuatunya mengenai Freelander 8 untuk Indonesia, dan diharapkan bisa segera membawanya ke Indonesia,” ungkapnya saat ditemui di Wuhu (19/10/2026).
Dari spesifikasinya terlihat pendekatan yang berbeda. China mendapat baterai lebih besar dan tenaga lebih tinggi, sedangkan Timur Tengah mendapat kombinasi mesin, baterai, dan fitur yang disesuaikan dengan kebutuhan regional. Jadi meski namanya sama, Freelander 8 China dan Timur Tengah bukanlah mobil yang identik. (SS)











