OTODRIVER - Salah satu keluhan pemilik mobil listrik akan lamanya mengisi ulang (charge) baterai kini usai. BYD sudah punya solusi lewat charger yang dinamakan Megawatt Flash Charger berdaya 1 MW (megawatt) atau setara 1.000 kW. Kini charge mobil listrik bisa secepat isi bensin.
Pada April 2025 lalu BYD memperkenalkan solusi cerdas ini. Saat kunjungan Otodriver ke sirkuit tes BYD di Zhengzhou, Cina (14/1) mereka mendemokan fasilitas tersebut.
“Dalam kondisi baterai 20% mampu diisi hingga 80% hanya dalam waktu kurang dari 5 menit,” jelas Kelvin Lai, product team BYD Cina.
Progres sangat cepat dibandingkan charger berdaya 200 kW yang 15-30 menitan. Bahkan charger rumahan 7 kW bisa 7-9 jam. Di Indonesia SPKLU terbesar masih 200 kW. Sayangnya daya tersebut tak pernah bisa maksimal karena suplai PLN belum stabil.
BYD Megawatt Flash Charger ini mengalahkan rekor selama ini yang dimiliki Tesla berdaya 500 kW dan Xpeng berdaya 800 kW. Jika tak dibatasi oleh sistem manajemen baterai BYD malah menyebut mampu hingga 1.360 kW.
Tak semua mobil BYD mampu memanfaatkan Megawatt Flash Charge ini karena perlu spesifikasi tertentu. Saat ini baru model Han L (sedan) dan Tang L (SUV). Ke depannya akan mulai banyak diproduksi dengan basis Super-e Platform baik di BYD dan Denza.
Posisi charger port nya pun ada 2 di sisi kiri dan kanan mobil karena limitasi kemampuan kabel dan konektor yang ada saat ini. Bukan tak mungkin di masa yang akan datang akan dibuat kabel dan konektor tunggal yang mampu menyalurkan arus hingga 1.000 ampere.
Tak hanya itu, fasilitas pendukung dari penyedia listrik juga perlu diperhatikan agar suplai bisa stabil.
BYD sedang terus membangun ribuan Megawatt Flash Chargernya di seluruh pelosok Cina. Tahun lalu mencapai 4.000 unit kebanyakan di dealer dan showroom BYD.
Teknologi charging super cepat ini diyakini mampu makin mempopulerkan mobil listrik ke depannya. (BA)










