Jeep Harus Siap-Siap Rugi Setara 190.000 Unit Mobil Karena Masalah Ini

Jeep Harus Siap-Siap Rugi Setara 190.000 Unit Mobil Karena Masalah Ini

Tahun lalu industri otomotif kita dihadang oleh wabah virus yang membuat seluruh produsen sulit mengembangkan dan menjual mobil mereka. Namun, perlahan tapi pasti pada tahun ini kondisi tersebut mulai membaik.

Apalagi ada stimulus dari pengurangan pajak dan penurunan harga mobil, hal tersebut tentu akan membuat mobil-mobil kembali menarik untuk di beli.

Tapi ternyata tidak semulus itu, karena masalah ada saja dan bertubi-tubi. Seperti yang dialami keluarga Fiat Chrysler dan Peugeot Citroen, di mana mereka harus menghentikan produksi mobil mereka karena kurangnya pasokan chip atau semikonduktor yang mendera industri otomotif belakangan ini.

Pabrik yang merakit SUV Jeep Cherokee dan minivan Chrysler akan menganggur selama beberapa minggu karena kekurangan semikonduktor global, kata Stellantis NV, sebagaimana dilaporkan beberapa media Amerika, dikutip Selasa.

Pabrik Perakitan Belvidere di Illinois, rumah bagi suku cadang Cherokee, berhenti beroperasi hingga pertengahan Mei. Pabrik Perakitan Windsor di Ontario, yang membuat minivan, juga terhenti hingga minggu kedua bulan ini.

Produksi di Pabrik Perakitan Toluca di Meksiko, yang memproduksi SUV Jeep Compass, telah dilanjutkan.

"Stellantis terus bekerja sama dengan pemasok kami untuk mengurangi dampak manufaktur yang disebabkan oleh berbagai masalah rantai pasokan yang dihadapi industri kami," kata juru bicara Jodi Tinson dalam sebuah pernyataan.

Tambahan waktu henti operasi terjadi setelah Richard Palmer, kepala keuangan Stellantis, minggu ini mengatakan dampak dari kekurangan chip yang digunakan dalam elektronik kendaraan dari roda kemudi ke sistem infotainment diperkirakan akan lebih buruk di kuartal kedua daripada di kuartal pertama.

Stellantis kehilangan sekitar 190.000 kendaraan, atau 11 persen dari produksi yang direncanakan secara global, selama kuartal pertama.

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com