Usia Mobil Dibatasi? Ini Pendapat Dedengkot Kolektor Mobil Kuno

Usia Mobil Dibatasi? Ini Pendapat Dedengkot Kolektor Mobil Kuno

Turunnya instruksi gubernur tentang pembatasan usia mobil di Jakarta hanya 10 tahun pada 2025 nanti mendapatkan beragam tanggapan. Salah satunya datang dari Hartawan Setjodiningrat atau yang akrab disapa Hauwke salah kolektor mobil kuno yang punya 100 unit mobil koleksi di garasinya.

“Pada dasarnya saya dukung instruksi tersebut, karena semua pasti menginginkan kondisi kualitas udara yang lebih baik. Ini tanggung jawab kita untuk masa depan anak cucu kita kelak,” terang Hauwkee saat ditemui, Selasa kemarin (7/8) di kediamannya di wilayah Jakarta Selatan.

“Namun saya tidak setuju apabila peraturan ini dilakukan dengan tergesa-gesa dan mengesampingkan banyak hal. Setidaknya kita harus memulainya dengan hal yang lebih sederhana, semisal memperketat uji emisi dan melakukannya dengan konsisten,” sambung founder PPMKI (Paguyuban Pemilik Mobil Kuno Indonesia). “Proses ini tentu harus diikuti dengan peningkatan kualitas bahan bakar dan tentu diikuti standar emisi untuk mobil baru,” imbuh pria kelahiran Temanggung, Jawa Tengah ini.

 

“Mengenai pembatasan usia 10 tahun, menurut saya akan menjadi hal yang berat bagi sebagian masyarakat. Mobil dengan usia 10 tahun masih banyak digunakan sebagai kendaraan pribadi dan kemungkinan kondisinya terawat dengan ambang batas emisi yang memenuhi syarat yang ditentukan. Menurut saya peraturan ini bisa jadi wujud pemborosan, karena usia pakai mobil (dengan kondisi baik) masih memadai,” sambungnya.

Hauwke mengatakan bahwa kelak jika peraturan ini diberlakukan, akan ada perubahan pola yang besar kepemilikan kendaraan bermotor, namun ia belum bisa memberikan akan seperti apa wujudnya.

Ketika ditanya tentang nasib mobil kuno, ia pun mengatakan koleksi mobil kuno adalah hobi dan biasanya kondisinya cukup baik. “Mobil kuno merupakan bagian dari keping sejarah Republik ini, dan apabila diberlakukan pembatasan, saya punya keyakinan bahwa akan mekanisme khusus yang mengaturnya kelak,” pengusaha yang bergerak di bidang industri otomotif ini.

“Mungkin dengan menggunakan semacam voucher yang harus dibeli sesuai dengan waktu yang akan digunakan untuk menjalankan mobil tua,” tutupnya.

Baca juga: 

Komparasi Spek Nissan X-Trail Facelift VS Mazda CX-5

Sienta Facelift Naik RP 69 Juta Di Thailand

Pajero Sport Facelift Meluncur, Ini Pernyataan Resmi Mitsubishi Indonesia

 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 
 
Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com