Turbo? No Way, Kata Lamborghini

Turbo? No Way, Kata Lamborghini

Produsen mobil kini gencar memakai mesin dengan embel-embel 'eco'. Memasang mesin berkapasitas lebih kecil dengan turbo agar lebih ramah lingkungan. Virus ini juga merambah supercar. Ambil contoh McLaren, Ferrari atau Porsche yang telah memakai turbo untuk semua produk barunya. Demi mengikuti regulasi emisi rendah belakangan ini, mereka rela mengorbankan mesin besar V12 dan digantikan dengan V8 turbo. Harga pun bisa terbebas dari pajak mencekik.

Tapi tidak demikian untuk Lamborghini. Banteng satu ini, tetap berniat mengandalkan ciri khasnya yakni bermesin besar tanpa turbo dengan suara menggelegar. Menurut CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, mesin naturally aspirated  (non turbo) milik Lamborghini tetap lebih baik. "Mesin N/A tetap menjadi mesin terbaik untuk supercar, baik dalam hal akselerasi, karakter dan keluaran suara. Kami akan tetap menggunakannya," ujar Stephan.

Ia tidak menyangkal bahwa mungkin pada saatnya nanti akan ada Lamborghini berturbo, tapi tidak untuk sekarang. Tidak untuk model Huracan dan Aventador. "Akan ada saatnya kami nanti berpikir turbo akan lebih baik daripada N/A. Barulah saat itu kami akan melangkah ke mesin turbo," tambah Stephan. Tak pelak, dibandingkan supercar lain, suara yang dimiliki Lamborghini hingga sekarang memang masih lebih memekakkan kuping. Dan itulah memang yang dicari penggemarnya.

Untuk sekarang, Huracan menggunakan mesin V10 berkapasitas 5.200 cc non-turbo yang dapat mengeluarkan tenaga 610 dk dan torsi sebesar 610 Nm, begitu pun Aventador yang memakai mesin N/A namun dengan konfigurasi V12 6.500 cc yang lebih bertenaga, setidaknya terdapat 700 tenaga kuda serta torsi 690 Nm, dan untuk varian Superveloce, mesin V12 ini mendapat 50 tenaga ekstra. SUV Italia lansiran Lamborghini, Urus mungkin akan mendapat mesin yang berbeda dari saudaranya yang berpintu dua itu. Ada spekulasi bahwa Lamborghini akan menanam mesin V8 turbo ganda milik Bentley Continental GT yang memiliki 4.000 cc untuk SUV mereka itu.

Seperti diketahui, turbo membuat pabrikan mobil bisa mengecilkan kapasitas mesin dengan tenaga sama. Konsumsi BBM lebih hemat membuat pajak yang ditetapkan pun jadi lebih murah. Namun Lamborghini memang melihat ini justru jadi celah bisnis baru. Idealisme mereka ke mesin N/A pasti akan membuat senang penggemar fanatiknya yang memang tak peduli efisiensi. Bagi mereka, eksklusivitas lebih penting.

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com