TIPS: Ganti Oli Tiap 5.000 Atau 10.000 Km? Bagaimana Kalau Sering Kena Macet?

TIPS: Ganti Oli Tiap 5.000 Atau 10.000 Km? Bagaimana Kalau Sering Kena Macet?

Kegiatan mengganti oli dalam jadwal servis berkala menjadi salah satu hal wajib. Semua tahu itu.

Bahkan periode penggantian oli sebenarnya sudah tertulis dalam buku petunjuk pemilik mobil yang diberi oleh pabrikan. Biasanya kini hanya perlu diganti 10 ribu km sekali, apalagi dengan perkembangan teknologi oli. Tapi kini marak timbul pertanyaan, apakah dengan kemacetan yang banyak terjadi periode itu menjadi lebih cepat? Misalnya menjadi 5.000 km, meski rekomendasi pabrik adalah 10.000 km.

Seperti yang diungkapkan oleh Hari Kohar, Kepala bengkel resmi Mitsubishi Arista Sukses Mandiri. Ia menyarankan agar penggantian oli tetap berdasarkan buku petunjuk yang tertulis. Jadi rekomendasi yang tertulis di buku manual sebetulnya sudah memperhitungkan beragam kondisi termasuk di dalamnya sudah ada safety factor.

 

 

Namun ada pendapat dari produsen oli. "Untuk mobil yang pakai oli dengan kandungan campuran mineral lebih ya sebaiknya tiap 5.000 km harus ganti. Tapi jika pakai oli dengan kandungan full sintetik sebenarnya boleh saja menggantinya tiap 10.000 km," jelas Rindra Scorino Putra, Asisten Manajer Brand Activation PT Topindo Atlas Asia sebagai produsen oli Top 1 di Indonesia. 

Hal itu dikarenakan oli sintetik punya struktur kimia yang lebih kompleks dari oli biasa dan bisa menjaga suhu lebih baik akibat gesekan pada mesin. Selain itu, oli yang dalam proses produksinya ini punya proses yang lebih panjang dari pada oli mineral tingkat penguapannya jauh lebih rendah.

Penguapan sendiri adalah gejala yang membuat volume oli mobil berkurang akibat kalor yang dihasilkan mesin. Dari hal ini banyak pula yang beranggapan jika mobil sering bermacet-macetan maka jadwal ganti oli harus dipercepat.

 

 

Tapi tidak bisa dipungkiri, ada banyak bengkel menyarankan kalau kita harus mengganti oli lebih sering bila melewati kemacetan. Memang tidak ada salahnya, tapi akan mengundang penambahan biaya perawatan.

"Sebenarnya macet tidak ada pengaruhnya terhadap kualitas oli yang menurun, baik sintetik ataupun tidak. Jadi tidak perlu ganti oli lebih cepat walau sering kena macet," tukas Hari Kohar. Tapi ia mewanti jika mobil saat kena macet kerap mengalami over heat, sebaiknya perhatikan juga kualitas olinya. "Karena panas berlebih bisa mempercepat penurunan kualitas oli."

Selain itu, penggantian oli atau servis tidak sepenuhnya bergantung pada jumlah kilometer mobil. Ada beberapa pabrikan mobil mewajibkan servis berkala termasuk penggantian oli berdasarkan waktu. VW misalnya, mereka mewajibkan servis berkala tiap 10.000 km atau 1 tahun sekali. Jadi Anda tinggal lihat mana yang tercapai lebih dahulu. Cara serupa juga digunakan oleh beberapa merek premium Eropa.

Jadi, tak perlu gusar dan bingung. Percaya saja pada buku manual.

Simak Video : VIDEO: Menghindari Malapetaka Pecah Ban

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com