Tak Punya Double Cabin, Suzuki Indonesia Masih Belum Sukses Dengan Ekspor

Tak Punya Double Cabin, Suzuki Indonesia Masih Belum Sukses Dengan Ekspor

Soebronto Laras yang kini menjabat Presiden Komisaris Indomobil Suzuki mengakui penjualan mobil dalam negeri masih belum kondusif. Langkah menjual produknya ke luar negeri alias ekspor pun dinilai jadi strategi yang tepat.

"Gambaran penjualan roda empat kami di tahun 2016 ini masih kami coba intip dulu deh," ujar Soebronto Laras yang otodriver.com temui di sirkuit Sentul, Bogor (15/2). Dampak melemahnya ekonomi di 2014 menurutnya masih terasa kuat hingga di 2016. "Bulan lalu (Januari 2016) saja belum ada pertumbuhan penjualan."

Mengekspor produk mobil Suzuki pun menurut sang Komisaris jadi salah satu langkah yang tepat untuk tetap meraup keuntungan, walau ada sedikit hambatan yang dimiliki PT Suzuki Indomobil Sales. "Kita harus sadar mobil yang dikembangkan di sini dan diekspor itu adalah mobil-mobil yang low segmen seperti low MPV dan pick up. Sedangkan pasar ekspor yang besar itu adalah di mobil yang sebenarnya (model global)," ungkap tokoh otomotif nasional itu.

"Thailand contohnya yang eksport nya sangat berhasil, karena dia memproduksi pick up Double Cabin. Mobil jenis itu kan dipakai di Australia, Amerika Serikat dan lainnya, tentu serapan pasarnya besar," ujar alumnus Hendon College jurusan Business Administration. Mobil yang diekpor PT SIS saat ini seperti Suzuki Ertiga, Mega Carry Pick Up, APV dan Karimun Wagon R. Dan memang baru di negara-negara ASEAN yang jadi tujuan penyebaran mobil-mobil yang dibuat di Indonesia itu.

Soebronto memang tak menyebut rencana SIS untuk membuat Double Cabin di Indonesia, namun melihat ambisinya menembus cakupan negara yang lebih luas bukan tak mungkin hal itu bisa terwujud. "Ya kami sikapi dengan membuat mobil low class dulu aja, semoga bisa segera masuk Amerika dan segala macem," tutup Pak Bronto sapaan akrabnya. 

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com