Sering Gonta-ganti Jenis BBM? Ini Efeknya

Sering Gonta-ganti Jenis BBM? Ini Efeknya

Berganti jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi solusi termudah untuk selalu mendapatkan bensin dengan harga terbaik. Bagi yang biasanya menggunakan Pertalite mungkin saat ini menurunkan pilihan kembali ke Premium untuk mendapat harga yang lebih ekonomis. Jika Anda memakai cara ini untuk mengirit, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan supaya performa dan efisiensi mesin mobil tetap terjaga.

Lantas apa sebeneranya efek jika kerap gonta-ganti tipe dan merek bensin? "Efek paling utama sebenarnya, ke kinerja yang kurang maksimal selama penggantian ke BBM yang kualitas lebih rendah. Karakteristik Premium dengan sulfur tinggi, oktan rendah, pembakaran kurang baik akan menimbulkan kerugian-kerugian. Seperti filter BBM yang akan lebih sering ganti, performa yang didapat tidak sesuai dengan yang dibayar jika dibandingkan dengan jumlah liter yang sama, jarak yang ditempuh lebih sedikit," terang Indra Pratama, Officer Commercial Retail Fuel Marketing PT Pertamina Persero.

 

Konsistensi dengan penggunaan bahan bakar yang sesuai rekomendasi produsen mobil akan jauh lebih menguntungkan dalam jangka panjang. Dimulai dari sisi servis berkala yang lebih murah karena kondisi mesin yang prima.

Pergantian suku cadang juga akan lebih jarang, contohnya seperti filter BBM yang optimal dan tidak harus mengalami pergantian setiap 3 sampai 4 bulan sekali karena kotor.

Lebih amannya, untuk mobil bermesin bensin sebaiknya gunakan selalu BBM beroktan 92 seperti Pertamina Pertamax dan Shell Super. 

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com