Rahasia di Balik Ketangguhan Mesin Diesel Isuzu Panther

Rahasia di Balik Ketangguhan Mesin Diesel Isuzu Panther

Isuzu Panther menjadi salah satu mobil yang tetap mempertahankan mesin diesel konvensional sejak generasi keduanya yang rilis pertama kali pada tahun 1996 hingga saat ini. Beberapa pengembangannya hanya berupa penambahan turbo tanpa ada ubahan pada sistem mesin secara keseluruhan.

Mesin berkode 4JA1 ini juga terkenal tangguh dan dapat menenggak bahan bakar sekelas solar bersubsidi sekalipun. Kami mendapat fakta soal faktor-faktor di balik ketangguhannya.

Diawali dengan pemakaian komponen dengan material kualitas terbaik. Selain itu, safety factor yang diterapkan pada mesin-mesin Isuzu cukup tinggi dan bahkan jauh lebih tinggi dibanding mesin bensin.

“Bisa dilihat dari video drag race Isuzu Dmax di YouTube, salah satu yang tercepat di dunia menggunakan mesin 4JJ1. Artinya mesin ini dapat diupgrade hingga cukup tinggi limitnya. Dari situ kelihatan mobil kita (Isuzu) punya safety factor yang sangat tinggi,” ujar Tonton Eko Boedianto, Product Development and Service General Manager PT Isuzu Astra Motor Indonesia.

”Isuzu ini kan sebenarnya basisnya dari truk, kalau truk ini kan penggunaan jangka panjang, heavy duty, kilometer tinggi. Beda dengan mobil yang mesin dieselnya hanya untuk passenger, jadi karena kosepnya untuk komersial mesin harus kuat,” tambah Tonton. Teknologi mesin dieselnya pun dikatakan cukup advance yang bahkan membuat Toyota Global membeli saham Isuzu sebesar 5,9% untuk bertukar pengetahuan soal mesin diesel.

Konsep desain mesin Isuzu juga mengedepankan durabilitas sehingga mekanismenya juga mengandalkan timing gear, tidak timing belt seperti mobil pada umumnya. Mekanisme timing gear diklaim lebih kuat karena walaupun suatu mesin tersebut sudah berumur, Ia tidak memiliki resiko timing belt putus yang akhirnya dapat menyebabkan mesin rusak.

Hal-hal tersebut menjadi alasan Isuzu tetap mempertahankan mesin dieselnya yang legendaris ini. Bahkan mesin 4JA1 sudah siap menyambut regulasi euro 4 yang rencananya akan diterapkan September 2018 mendatang dengan sedikit ubahan pada sistem penyemprotan bahan bakarnya.

 

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com