Peran Co-Driver Saat Mudik Bukan Sekedar Teman Ngobrol

Peran Co-Driver Saat Mudik Bukan Sekedar Teman Ngobrol

Perjalanan mudik mutlak bukan sepenuhnya tanggung jawab pengemudi, namun anggota keluarga lainnya pun harus ikut andil dalam rangka suksesnya perjalanan panjang tersebut.

“Inti dari perjalanan mudik adalah sampai di tempat tujuan dan kembali lagi ke rumah dengan selamat. Sehingga perlu disadari bahwa perjalanan mudik bukan melulu tanggung jawab driver, namun menjadi tanggung jawab semua orang yang mudik tersebut,” terang Sonny Susmana selaku pegiat keselamatan mengemudi dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI).

 

Sonny menyoroti pentingnya co-driver sepanjang perjalanan mudik. Co-driver bisa dilakukan oleh istri,suami, teman ataupun siapa saja yang bersedia menjalani tugas tersebut.

“Tugas utama Co-driver bukan sebagai teman ngobrol, namun harus pro-aktif dan sigap dalam mendampingi driver seperti dalam membaca navigasi. Sebisa mungkin driver hanya fokus untuk urusan nyetir saja,” sambungnya.

“Bukan berarti ngga boleh ngobrol sama sekali, namun wajib disadari bahwa tugas utamanya untuk mengingatkan dan membantu driver,” imbuhnya. “Obrolan harus sebatas hal yang ringan, jangan sampai berlarut-larut dengan obrolan berat yang justru menyita konsentrasi ataupun emosi,” tandasnya.

Seperti halnya driver, co-driver punya jam istirahat yang sama dengan driver. Jika co-driver merasa ngantuk atau lelah segera disampaikan agar dapat segera diganti atau mereskedul perjalanan untuk istirahat.

 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 
 
Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com