Penjualan LCGC Bisa Turun Karena Hal-hal ini

Penjualan LCGC Bisa Turun Karena Hal-hal ini

LCGC disebut-sebut oleh pihak Toyota akan mendapati penurunan penjualan. Fransiscus Soerjopranoto selaku Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) menyebut tak adanya insentif lagi dari pemerintah bisa membuat mobil murah hemat energi ini akan mengecil penjualannya.

"Rumornya nanti KBH2 (LCGC) akan dikenakan pajak 3 persen. Nah pajak 3 persen itu impact tidak ke market?," tanya Soerjopranoto. Ia menyebut bahwa pembeli LCGC pastinya tidak akan merasakan dampak kenaikan pajak 3 persen tersebut, apalagi yang bayarnya pakai sistem cicilan atau kredit.

 

Namun kenaikan pajak 3 persen ini bisa mengganggu strategi pabrikan dalam penyusunan harga. Hal ini yang ditakutkan Soerjopranoto pada masa depan LCGC.

Bukan karena alasan kenaikan pajak saja, sejumlah hal dan kondisi juga diprediksi pria ini akan menjadi penyebab LCGC turun. Mulai dari berkembangnya pasar sepeda motor, maraknya transportasi online, sampai adanya rencana pajak berdaraskan emisi, disebutnya sebagai sejumlah faktor yang dimaskud.  

"Pasar sepeda motornya lagi berkembang, public transportation makin bagus, sudah tidak ada kebutuhan lagi untuk ganti mobil atau dari motor ke mobil," kata Soerjo.

"Coba cari datanya di 2018 kemaren, itu LCGC turun 10 ribuan dari 200 ribuan unit. 10 ribu, kalau marketnya 200 ribu berarti turunnya 5 persen. Padahal kita mengharapkan saat LCGC keluar itu marketnya naik terus. Bahkan LCGC kan digaungkan sebagai pendorong kenapa market otomotif jadi 1 juta unit," tutup Soerjo.
 

Simak Video : VIDEO: C-HR Hybrid Tembus 28 KM/Liter

 
 

Bagikan

Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com