Pahami Ini Sebelum Ganti Pelek

Pahami Ini Sebelum Ganti Pelek

Banyak pelek aftermarket beredar di pasaran saat ini tentu menggiurkan. Terlebih, bagi sebagian kalangan penggantian pelek standard OEM (Original Equipment Manufacturer) ke aftermarket adalah suatu bentuk identitas diri untuk mengikuti trend terkini. Seperti apa patokan agar bisa tampil beda tetapi tetap aman untuk digunakan sehari-hari?

“Biasanya sih naik dua atau tiga inci dari standar masih bisa di toleransi,” menurut Joppie Karuci, juragan toko pelek SM Motorsport di Jalan Panjang. Menurutnya, perangkat rem pun masih mumpuni walaupun ada perubahan diameter segitu. Setelah itu, perhatikan diameter total lingkar roda setelah dilakukan penggantian pelek. Apakah tetap sama atau tidak terpaut jauh dari total lingkar standarnya. Pabrikan tentu sudah punya hitungan matang secara teknis tentang masalah ini.

Misal pelek standar 14 inci bersanding ban berukuran 175 dan profil 65. Maka, pelek pengganti sebaiknya tidak lebih dari 16-17 inci. Juga penyesuaian lebar tapak roda, sebaiknya tidak melebihi dari ukuran lebar tapak ban 195-215 dan profil tidak lebih rendah dari 45.

Lalu ada spesifikasi offset (ET) yang harus dipahami. Offset adalah posisi permukaan hub (posisi baut roda) tengah pelek terhadap garis tengah lebarnya pelek. Nilai ET positif, hub roda lebih dekat ke sisi luar pelek dan sebaliknya. Kalau angka ET positif kecil, maka pelek akan keluar dan mendekati bibir fender. Angka-angka ini menentukan posisi pelek saat terpasang pada mobil, agar tidak tersiksa kalau ingin bergaya.

 

Simak Video : VIDEO: Menghindari Malapetaka Pecah Ban

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com