Nissan X-Trail Versi Bekas Menggoda, Apa Saja Plus Minus-nya?

Nissan X-Trail Versi Bekas Menggoda, Apa Saja Plus Minus-nya?

Walau sudah terhitung berumur, namun Nissan X-Trail generasi I berkode T30 masih memiliki pesonanya sendiri. SUV yang dibangun dengan platform Nissan FF-S yang digunakan pada Nissan Almera ataupun Primera ini masih menjadi salah satu mobil bekas incaran untuk dimiliki.

SUV ini mulai dikenalkan di Indonesia pada 2002 dan kiprahnya rampung pada 2008. Salah satu yang menjadi daya tarik mobil ini adalah desainnya yang macho dengan bodi mengkotak dan dikenal sebagai SUV yang cukup nyaman dikendarai. Dari segi keselamatan dan kenyamanan X-Trail telah dilengkapi dengan berbagai fitur safety seperti ABS-EBD ataupun airbag.

 

Sejak dikenalkan, Nissan Indonesia menyertakan dua pilihan mesin yakni QR20DE 2.000 140 ps dan QR25DE 2.500 cc 180 ps yang dikawinkan dengan girboks 6 speed manual dan 4 speed otomatik. “X-Trail T30 merupakan salah satu SUV paling nyaman di kelasnya saat dikendarai dan punya kekedapan ruangan yang cukup baik,” terang Jafar Sidik salah satu pedagang mobil bekas di bilangan Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat ini. “Mesin 2.000 cc cukup responsif, apalagi yang 2.500 cc mantap sekali,” imbuh Jafar. “Tapi mobil ini boros BBM, terlebih yang 2.500 cc,” ungkapnya.

Dari sisi interior, X-Trail Gen I ini cukup lega dan desain dasbor yang cukup unik dengan meletakkan perangkat gauge pada bagian tengah. Dari segi material, baik dasbor, trim hingga bahan pembungkus jok cukup baik dan tidak murahan.

 “Posisi mengemudi lumayan enak dan bikin betah nyetir,” jelas Hariyadi Nugroho salah satu pengguna X-Trail XT lansiran 2004. Namun demikian pria yang akrab disapa Nunug ini menyayangkan jika AC mobil ini tidak bisa sedingin mobil Jepang pada umumnya. “Kondisi AC panas ini dipicu oleh lembutnya putaran kipas blowernya. Solusinya tingkatkan kecepatan blower satu level lebih kencang, maka akan sangat membantu,” tuturnya.

 

Memilih Nissan X-Trail T30 sebagai tunggangan memang cukup beralasan mengingat kenyamanan dan fitur yang dimilikinya. Namun ada hal-hal yang harus dicermati untuk mendapatkan kondisi yang terbaik. Mulai dari mesin, transmisi (terutama matik) hingga kaki-kaki pastikan dalam kondisi baik. Perbaikan akan menyedot biaya yang lumayan besar, mengingat harga sparepartnya yang dibanderol cukup mahal.

Saat ini SUV keren ini punya harga pasaran antara Rp 55 jutaan hingga 100 jutaan tergantung trim, tahun pembuatan dan kondisi. Dengan patokan harga yang ada, maka SUV ini pun menjadi rival berimbang bagi bagi Honda CR-V Gen 1 (th 2.000 s/d 2002) dan Gen 2 (Th 2002-2005).

 

Plus

Mesin responsif

Desain  tidak membosankan

Nyaman dikendarai

Handling bagus

Fitur keamanan dan kenyamanan cukup baik

Kabin kedap

 

Minus                 

Boros

Sparepart tergolong mahal

Performa mesin melimpahTransmisi otomatis 4 speed dengan torque converter. Kuat dan mudah dalam perawatan.
Rem cakram untuk 4 roda
Jadi salah satu mobil pertama di Indonesia yang dilengkapi assist mirror sebagai standar

 

 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 
 
Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com